DPR Soroti Respon Pertamina Amankan Pasokan Energi Pasca Gangguan Distribusi di Sumatera
Distribusi energi di daerah bencana membutuhkan penanganan khusus, mengingat banyak jalur distribusi yang terganggu.
Ringkasan Berita:
- DPR menilai Pertamina mampu menormalkan kembali distribusi BBM di wilayah terdampak bencana Sumatra dalam waktu kurang dari satu bulan
- Distribusi energi di Sumatra menghadapi tantangan besar akibat kerusakan jalan dan jalur logistik, sehingga membutuhkan penanganan khusus dan koordinasi lintas sektor.
- DPR mendorong Pertamina menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih terstruktur.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam menilai penanganan bencana di wilayah Sumatra oleh Pertamina menghadapi tantangan besar, terutama terkait kondisi infrastruktur yang terdampak.
Ia menyebut distribusi energi di daerah bencana membutuhkan penanganan khusus, mengingat banyak jalur distribusi yang terganggu.
"Namun patut diapresiasi, karena dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah terdampak dapat kembali teratasi," ujarnya Kamis (12/2/2026).
Mufti menambahkan, pengalaman tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam penyusunan standar operasional prosedur (SOP) penyaluran BBM di wilayah terdampak bencana.
Ia berharap mekanisme distribusi energi pada situasi darurat dapat semakin terstruktur dan siap dijalankan ketika bencana kembali terjadi.
Pembahasan mengenai penanganan bencana Sumatra menjadi salah satu agenda dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Pertamina, Rabu (11/2/2026) kemarin.
Dalam rapat tersebut, DPR menyoroti langkah-langkah Pertamina dalam menjaga pasokan energi di wilayah Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara yang terdampak bencana.
Selain itu, RDP juga membahas rencana penyaluran LPG 3 kilogram melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade menyampaikan bahwa jajaran Pertamina terlibat langsung dalam upaya penanganan distribusi energi di lapangan saat bencana terjadi.
Baca juga: Hashim Djojohadikusumo: Presiden Prabowo Tegaskan Kapal Pertamina Harus Dibangun di Dalam Negeri
Ia mencontohkan respons pengiriman BBM dan bantuan logistik bagi masyarakat yang mengungsi di Sumatra Barat.
“Saya ucapkan terima kasih soal gerak cepat Pertamina dalam membantu masalah bencana di Sumatra Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatra Utara. Di Sumbar saya merasakan betul bagaimana cepatnya respons untuk membantu Pemerintah menyelesaikan permasalahan bencana alam," kata Andre Rosiade.
Andre juga menyebut keterlibatan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam mengoordinasikan distribusi energi di wilayah terdampak.
Selain itu, menurut dia, Pertamina International Shipping turut berperan dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di kawasan terdampak bencana.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Terbaru Mulai 1 Februari 2026, Ini Daftar Lengkap dan Promonya
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR lainnya, Darmadi Durianto, menilai respons perusahaan negara tersebut berkaitan dengan koordinasi internal di tubuh Pertamina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/truk-pertamina-ilustrasi.jpg)