Sabtu, 30 Mei 2026

BRIDS: Ekonomi RI Tumbuh 5,1–5,3 Persen, Konsumsi dan Investasi Menguat  

PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,1–5,3 persen di 2026.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
HO/IST
PROYEKSI EKONOMI - Narasumber Market Outlook 2026 bertema “Strategi Kuda Api: Siap Maju Menuju Peluang Baru” di Jakarta, Jumat (13/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • PT BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,1–5,3 persen di 2026, didorong konsumsi domestik, investasi, dan likuiditas yang membaik.
  • Indeks Kepercayaan Konsumen di level 127, uang beredar tumbuh dan kredit semakin ekspansif.
  • Stabilitas domestik menjaga peluang investasi di tengah ketidakpastian global dan partisipasi investor ritel meningkat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,1–5,3 persen di 2026. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya konsumsi domestik, peningkatan investasi, serta kondisi likuiditas yang semakin longgar.

Chief Economist, Macro Strategist & Debt Research Division Head BRIDS, Helmy Kristanto, mengatakan optimisme masyarakat tercermin dari Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang naik ke level 127, tertinggi dalam satu tahun terakhir.

“Optimisme ini menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan,” ujar Helmy dalam Market Outlook 2026 bertajuk “Strategi Kuda Api: Siap Melaju, Menerjang Peluang Baru di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Di sektor perbankan, uang beredar (M2) tercatat tumbuh 9,6 persen, sementara penyaluran kredit mulai bergerak ekspansif. Hal ini menandakan aktivitas ekonomi yang kian dinamis. Selain itu, potensi pelonggaran suku bunga global dinilai dapat membuka peluang arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Helmy menilai stabilitas domestik menjadi pembeda utama Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Meski tekanan eksternal seperti arah suku bunga global dan dinamika geopolitik masih membayangi, perekonomian nasional tetap ditopang oleh pertumbuhan yang stabil, inflasi yang terkendali, serta konsumsi domestik yang kuat.

Baca juga: Purbaya: Indonesia Bisa Kurangi Ketergantungan Utang Jika Pajak dan Cukai Naik

Kondisi tersebut menjaga peluang investasi tetap terbuka, terutama bagi investor yang menerapkan strategi selektif dan disiplin.

Di tengah fluktuasi pasar, obligasi dinilai tetap menarik sebagai penyeimbang portofolio, sehingga kombinasi saham dan instrumen fixed income menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mengoptimalkan hasil investasi.

Menurut Helmy, outlook positif tersebut membutuhkan partisipasi investor domestik yang lebih aktif agar penguatan pasar dapat berlangsung berkelanjutan. Peningkatan jumlah transaksi dan konsistensi investasi ritel menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia.

“Dampak kebijakan ekonomi mulai terasa. Daya beli membaik, likuiditas longgar, dan aktivitas usaha meningkat. Biasanya kondisi seperti ini diikuti penguatan pasar modal. Investor yang disiplin memiliki peluang besar untuk menangkap pertumbuhan tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Kelas Menengah Boncos, Industri Otomotif 2026 Diprediksi Tumbuh Tipis 2-3 Persen

BRIDS menilai strategi kombinasi saham dan obligasi masih relevan pada 2026. Arah suku bunga global yang lebih stabil serta kebijakan moneter domestik yang akomodatif membuka ruang bagi instrumen fixed income untuk tetap menarik, sementara saham berpotensi memberikan pertumbuhan seiring membaiknya fundamental emiten.

Sejalan dengan itu, BRIDS meluncurkan LIGA BRIGHTS 2026, program aktivasi investasi berbasis aplikasi BRIGHTS dengan total hadiah senilai miliaran rupiah. Program ini mendorong investasi rutin pada saham, reksa dana, dan obligasi sepanjang 2026, sekaligus diharapkan dapat membentuk kebiasaan investasi jangka panjang serta meningkatkan volume transaksi dan kedalaman pasar domestik.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, mengatakan pihaknya terus memperkuat keterlibatan investor ritel melalui pendekatan digital yang terintegrasi.

“Kami melihat kepercayaan masyarakat mulai pulih, tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel sekitar 3–4 persen secara tahunan,” ujarnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved