Selasa, 12 Mei 2026

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

Tak Ada Perubahan, Prabowo dan Trump Sepakati Perjanjian Tarif Dagang RI-AS Sebesar 19 Persen

Perundingan dilakukan intensif dengan United States Trade Representative setelah serangkaian negosiasi sejak 2025.

Tayang:
HO/IST
TARIF DAGANG TRUMP - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati kerja sama perdagangan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bertajuk “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”. 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto dan Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang menurunkan tarif resiprokal RI ke AS menjadi 19 persen.
  • Kesepakatan memperkuat kerja sama ekonomi melalui pembentukan Council of Trade and Investment.
  • Perundingan dilakukan intensif dengan United States Trade Representative setelah serangkaian negosiasi sejak 2025.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati kerja sama perdagangan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bertajuk “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar 30 menit setelah kegiatan courtesy call.

"Hari ini, tadi pagi Bapak Presiden langsung menandatangani kerja sama Agreement of Reciprocal Trade yang diberi judul "Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance" dan ditandatangani secara bersama, baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump," kata Airlangga dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Prabowo Sebut Kunjungannya ke AS untuk Hadiri Pertemuan Perdana BoP Hingga Kesepakatan Tarif Impor

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari perjanjian 22 Juni 2025, yang menurunkan tarif resiprokal Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen.

Selain itu, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembentukan Council of Trade and Investment.

Forum ini akan menjadi wadah resmi untuk membahas berbagai persoalan investasi dan perdagangan antara Indonesia dan AS. Jika terjadi kenaikan tarif yang dianggap terlalu tinggi atau berpotensi mengganggu neraca perdagangan kedua negara, maka pembahasan akan dilakukan terlebih dahulu di dalam forum tersebut.

"Ini salah satu daripada perjanjian yang membentuk Council of Trade and Investment. Sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara," terang Airlangga.

Airlangga menegaskan, tujuan dan visi perjanjian ini adalah mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, memperkuat rantai pasok, serta menghormati kedaulatan masing-masing negara.

"Jadi saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara, itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani," ungkap dia.

Di sisi lain, Airlangga menyatakan bahwa sejak diumumkan Presiden Trump pada 2 April 2025, pemerintah Indonesia telah mengirim empat surat terkait negosiasi tarif pada April, Juni, Juli, dan Agustus 2025.

Airlangga menyebutkan, sekitar 90 persen dokumentasi dan usulan yang diajukan Indonesia dipenuhi oleh pihak AS dan dituangkan dalam dokumen ART.

Dalam prosesnya, Indonesia melakukan empat kali kunjungan ke Washington DC, tujuh kali putaran perundingan, serta lebih dari sembilan kali pembahasan secara langsung maupun virtual dengan Kantor Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) yang dipimpin Ambassador Jamison Greer.

Meski sempat berdiskusi dengan pihak Commerce dan Treasury AS, Indonesia menegaskan bahwa perjanjian ini secara resmi dilakukan dengan USTR.

"Di dalam proses sebetulnya juga kita berbicara dengan Commerce ataupun Commerce Secretary dan Treasury Secretary Amerika, namun Indonesia ini perjanjiannya memang kita dengan USTR, dengan Ambassador Jamison Greer," terangnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved