Perusahaan di ASEAN Didorong Operasionalkan AI Secara Aman dan Patuh pada Regulasi
Investasi AI oleh perusahaan di kawasan ASEAN tumbuh lebih cepat dibandingkan belanja digital secara keseluruhan.
Ringkasan Berita:
- Investasi AI oleh perusahaan di kawasan ASEAN tumbuh lebih cepat dibandingkan belanja digital secara keseluruhan.
- Adopsi AI di wilayah ini diproyeksikan akan meningkatkan PDB kawasan hingga hampir 1 triliun dolar AS pada 2030.
- Untuk meningkatkan pemanfaatan AI oleh sektor bisnis di kawasan ini membutuhkan dukungan infrastruktur yang tangguh dan terkelola dengan baik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Perusahaan infrastruktur kecerdasan data NetApp memperkenalkan visi platform data terbaru untuk mendorong inovasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh sektor bisnis di ASEAN pada ajang INSIGHT Xtra Singapore 2026.
Investasi AI oleh perusahaan di kawasan ASEAN tumbuh lebih cepat dibandingkan belanja digital secara keseluruhan, dan adopsi AI di wilayah ini diproyeksikan akan meningkatkan PDB kawasan hingga hampir 1 triliun dolar AS pada 2030.
Menyikapi hal tersebut, NetApp memaparkan strategi manajemen data untuk membantu perusahaan mengakselerasi transisi AI dari tahap pilot awal menuju implementasi skala besar, tanpa mengorbankan tata kelola maupun stabilitas operasional, serta mendapatkan hasil bisnis yang diharapkan.
Baca juga: 400 Siswi SD-SMA Ikuti Program Pengenalan AI, Gaming dan Coding
Melalui platform data NetApp berkelas enterprise yang mengintegrasikan penyimpanan data, layanan manajemen data, serta mesin metadata, NetApp mempercepat inovasi AI bagi organisasi dan mendukung ambisi kawasan dalam mendorong pertumbuhan serta daya saing berbasis AI.
Untuk meningkatkan pemanfaatan AI oleh sektor bisnis di kawasan ini membutuhkan dukungan infrastruktur yang tangguh dan terkelola dengan baik, serta berkelanjutan secara ekonomi.
Dengan demikian, ekspansi aset data tidak berkembang menjadi hambatan bagi inovasi.
“Tahun 2026 diproyeksikan menjadi tahun ‘production AI’ bagi kawasan ASEAN," kata Henry Kho, Area Vice President & General Manager, GCASK (Greater China, ASEAN & South Korea), NetApp dikutip Jumat, 20 Februari 2026.
Namun, realitas yang dihadapi menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan besar dalam menskalakan beban kerja di lingkungan yang kompleks, mempersiapkan data agar siap digunakan untuk AI, melindungi data dari ancaman siber, sekaligus tetap mematuhi regulasi kedaulatan data.
"Melalui platform data NetApp, kami membantu perusahaan membangun Infrastruktur Kecerdasan Data yang tangguh, dengan tata kelola dan ketahanan siber yang terintegrasi langsung di lapisan data," beber Henry Kho.
Dia menjelaskan, Ppendekatan ini memberikan keyakinan bagi para pemimpin bisnis di kawasan ASEAN untuk memaksimalkan potensi data mereka dalam mendorong transformasi di industri masing-masing maupun secara global.
Untuk menjawab tantangan dalam menskalakan AI di ASEAN, NetApp memperkenalkan inovasi untuk mendukung Infrastruktur Kecerdasan Data terbaru, termasuk sistem NetApp AFX dan NetApp AI Data Engine.
Sistem ini dirancang untuk menyatukan ekosistem data dan memastikan operasional yang konsisten di seluruh lingkungan hybrid, dengan kemampuan penyimpanan terdisagregasi berkelas enterprise.
Mode NetApp ONTAP dioptimalkan untuk AI berjalan pada sistem penyimpanan NetApp AFX 1K, memungkinkan organisasi untuk menskalakan kapasitas dan performa secara terpisah dan linear sesuai kebutuhan.
Produk ini juga mampu menyiapkan data agar siap untuk AI dan selalu terkini: NetApp AI Data Engine (AIDE) memanfaatkan reference design NVIDIA AI Data Platform dengan dukungan komputasi terakselerasi, jaringan, serta rangkaian perangkat lunak NVIDIA AI Enterprise.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-AI-KECERDASAN-BUATAN-ARTIFICIAL-INTELLIGENCE-123da.jpg)