Rabu, 22 April 2026

Alasan Tak Dapat Untung, Pedagang Pasar Jatinegara Tolak Turunkan Harga Daging Sapi

Pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara menolak menurunkan harga jual dari Rp150.000 per kg menjadi Rp140.000 per kg.

Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
PEDAGANG DAGING SAPI JATINEGARA  - Suasana panas mewarnai inspeksi mendadak Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di lapak pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat, 20 Februari 2026.  
Ringkasan Berita:
  • Suasana panas mewarnai kegiatan inspeksi mendadak Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di lapak pedagang daging di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.
  • Pedagang daging sapi menolak menurunkan harga jual dari Rp150.000 per kg menjadi Rp140.000 per kg karena harga beli di rumah potong hewan sudah mahal.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana panas mewarnai kegiatan inspeksi mendadak Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di lapak pedagang daging di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (20/2/2026).

Saat itu Rizal menyambangi kios pedagang daging sapi milik Asep yang menjual daging sapi Rp 150 ribu per kilogram. Rizal kemudian meminta agar Asep menurunkan harga jual dagingnya sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 140 ribu per kilogram.

Asep langsung menolak permintaan tersebut lantaran jika menjual di harga Rp 140 ribu per kilogram, keuntungan yang dia dapat akan sangat tipis.

"Kalau [dijual seharga] Rp 140 ribu tipis [keuntungannya] Pak, mesti Rp 150 ribu," kata Asep dengan dana tinggi kepada Rizal.

Asep bilang, harga beli daging sapi dari rumah potong hewan (RPH) sudah mahal, sehingga tidak memungkinkan menjual sesuai HAP.

"Bapak bicara Rp 140 ribu, tolong dong di atas harganya turunin. Sekarang potongan (harga di rumah potong) sudah di angka Rp 108 ribu. Kalau memang naik Rp 25 ribu, sudah berapa itu modalnya? Ini logika kita. Keinginannya malah [menjual] Rp 130 ribu biar masyarakat itu menikmati," ujar Asep.

Baca juga: Harga Daging Ayam di Pasar Minggu Rp 55 Ribu Per Kg Jelang Ramadan, Pedagang: Naik Banget!

Tahu Asep yang naik pitam, Rizal kemudian meminta pria tersebut agar menahan emosi. Rizal mengatakan akan mengontrol harga daging sapi di RPH agar harga daging yang dijual pedagang di pasar tidak terlalu mahal.

"Nanti kita kontrol RPH-nya biar turun harganya, maka di pasaran juga biar turun. Jangan emosi dulu," kata Rizal diikuti tawa dari dirinya. Asep membantah dirinya emosi dan mengatakan gaya bicaranya memang demikian.

Baca juga: Bulog Sidak Bahan Pokok di Pasar Minggu, Pedagang Diminta Tak Naikkan Harga

Asep bilang, bukan hanya dirinya yang "menjerit" atas melonjaknya harga daging sapi tapi juga pedagang daging lainnya. Dia mengatakan, harga daging sapi sudah naik sejak akhir 2025 sebelum tahun baru.

"Kita kan asosiasi juga. Ini mereka semuanya pedagang di sini semuanya pada menjerit, Pak. Kita bisa jual Rp 140 ribu, cuman kita enggak dapat apa-apa. Kita kan hanya pengecer. Kita sekilo itu kadang-kadang lebih setengah ons saja sudah enggak ada untungnya," ucap Asep.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved