Selasa, 7 April 2026

Persoalan Memilih Bibit dan Teknik Perawatan Tanaman Masih Jadi Kendala Petani Sawit

Petani sawit masih menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan produktivitasnya.

Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
PETANI SAWIT - Keterbatasan akses informasi dan minimnya pendampingan teknis membuat petani mandiri rentan tertipu bibit abal-abal. 

Ringkasan Berita:
  • Petani sawit masih melakukan pemilihan bibit yang salah hingga teknik perawatan tanaman tidak tepat.
  • Keterbatasan akses informasi dan minimnya pendampingan teknis membuat petani mandiri rentan tertipu bibit abal-abal.

 

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petani sawit masih menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan produktivitasnya.

Mulai dari pemilihan bibit yang salah hingga teknik perawatan tanaman tidak tepat, sebagaimana dialami Bejo yang merupakan petani Desa Suak Putat, Muaro Jambi, Jambi.

Ia tergiur janji panen cepat dan hasil berlipat. Namun bertahun-tahun kemudian, yang tumbuh di kebunnya bukanlah harapan, melainkan kekecewaan.

Baca juga: Indonesia Desak Uni Eropa Segera Jalankan Putusan WTO Soal Sengketa Minyak Sawit

“Pertama kali beli bibit itu yang abal-abal, jadi kini hasilnya sangat mengecewakan sekali,” kata Bejo dikutip Rabu (25/2/2026).

Pengetahuannya yang minim dan janji hasil panen menggiurkan buat ia terjebak, kini ia menyesal hasil panen yang dijanjikan si penipu tak kunjung datang. 

Di banyak kebun sawit rakyat, keterbatasan akses informasi dan minimnya pendampingan teknis membuat petani mandiri rentan tertipu bibit abal-abal.

Padahal, Kesalahan memilih bibit berarti risiko produksi rendah selama puluhan tahun.

Tantangan serupa dialami Bejo, Sumarni Ningsih, petani di Desa Long Tesak, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Ia mengaku bertahun-tahun berkebun sawit berdasarkan kebiasaan turun-temurun, tanpa benar-benar memahami dasar agronomi, tak banyak mengetahui soal berkebun sawit mulai dari memilih bibit, cara pemupukan yang benar hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.

“Saya dulu hanya ikut cara orang-orang sebelumnya. Tidak tahu apakah itu sudah benar atau belum,” ujarnya.

Baca juga: AI Masuk Kebun Sawit: Dabeeo Perkuat Kolaborasi dengan Produsen Besar Indonesia

Perubahan mulai terasa ketika mereka mengikuti pelatihan Perkasa (Petani Berkualitas dan Sejahtera), inisiatif TAP untuk Negeri sebagai sahabat petani dari PT Triputra Agro Persada Tbk yang konsisten dan fokus dalam meningkatkan kualitas agronomi.

Melalui program ini, produktivitas kebun petani diharapkan meningkat seiring tumbuhnya kesejahteraan secara berkelanjutan.

Selama tiga hari, para petani tidak hanya duduk mendengarkan teori. Sekitar 60 persen sesi dihabiskan untuk praktik langsung dilapangan: mengidentifikasi bibit bersertifikat, cara memupuk yang benar, hingga mempraktikkan teknik panen yang benar. 

Harapannya petani dapat terbiasa mempraktikkan cara merawat tanaman secara presisi, agar mereka dapat pulang dengan kepercayaan diri yang penuh bahwa mereka bisa menjadi ahli sawit di kebun sendiri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved