PELITA, Upaya Menyokong Visi Pemprov Malut Menuju SDM yang Lebih Terampil
Upaya Harita Nickel meningkatkan keterampilan pemuda lokal agar jadi pemain utama industrialisasi nikel.
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah pesatnya industrialisasi dan hilirisasi nikel di Maluku Utara, tantangan terbesar bukan hanya soal investasi dan pembangunan smelter, melainkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) agar tak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri.
Soal kesiapan SDM itu, seperti yang disebut dalam visi misi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, bahwa transformasi SDM berkualitas bidang pendidikan merupakan pilar krusial keberlanjutan daerah.
Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Halmahera Selatan, yang merupakan bagian dari Malut, masih berada di kisaran 66,66. Angka tersebut menunjukkan bahwa penguatan sektor pendidikan dan perbaikan SDM, termasuk tenaga kerja menjadi agenda strategis pemerintah provinsi.
Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka di Malut menunjukkan penurunan sebesar 0,11 persen. Dari 4,55 persen tahun 2024 menjadi 4,44 persen tahun 2025 dari total angkatan kerja.
Pemerintah Provinsi Malut terus memperbaiki kualitas SDM-nya. Guna mendukung visi misi perbaikan SDM khususnya kelompok produktif, Harita Nickel menggelar program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan (PELITA).
Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kelompok produktif masyarakat Maluku Utara, khususnya Pulau Obi dan sekitarnya sehingga bisa terserap ke sektor formal, khususnya industri pertambangan dan pengolahan nikel.
PELITA juga bertujuan untuk menurunkan tingkat pengangguran sekaligus menutupi skill gap SDM produktif di Maluku Utara sekaligus memberi kesempatan mereka untuk berkarya di sektor formal.
Sebab, menurut Kepala BPS Provinsi Maluku Utara saat ini pekerja sektor informal lebih besar ketimbang pekerja di sektor formal, dengan perbandingan 63,72 persen berbanding 25,23 persen yang terserap ke sektor industri pengolahan, termasuk pengolahan bijih nikel (data 2024).
Program ini dijalankan konsisten dengan sudah digelar sebanyak empat kali. Pada batch 1, digelar untuk pelatihan Operator Wheel Loader (14 peserta), kemudian Overhead Crane (28 peserta) pada batch 2, kemudian batch 3 pelatihan untuk penerjemah bahasa Mandarin (22 peserta).
Tahun ini, program PELITA akan memasuki batch keempat, dengan sebanyak 40 pemuda Pulau Obi akan mendapat pelatihan untuk posisi operator overhead crane. Kali ini, program akan berlangsung selama 3 bulan dengan memadukan pembinaan keterampilan, fisik dan kedisiplinan sehingga para peserta lulus dengan etos kerja industri yang kuat.
Selain itu, para peserta nantinya juga menjalani sertifikasi keahlian sehingga skill yang didapat selama program mendapatkan legitimasi dan bisa digunakan di perusahaan atau industri lainnya.
Memoles Skill, Membuka Peluang Karier
Program PELITA yang konsisten dijalankan oleh Harita Nickel adalah wujud nyata keberpihakan perusahaan sebagai pihak swasta dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Maluku Utara yang berkualitas.
“Inisiatif vokasi PELITA adalah wujud nyata keberpihakan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Ini strategi kami agar masyarakat dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, dengan kompetensi yang teruji,” jelas Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso.
Broto Suwarso juga menegaskan bahwa target Harita Nickel adalah agar pemuda lokal punya peluang karier yang lebih baik.
“Terbukti, sebagian besar lulusan PELITA angkatan-angkatan sebelumnya, sudah terserap dan bekerja di lingkungan operasi perusahaan,” tekannya.
Baca juga: Kuartal III 2025, Harita Nickel Bukukan Pendapatan Rp 22,4 Triliun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Harita-Nickel-SDM-262.jpg)