Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Antisipasi Dampak Konflik Israel-AS Vs Iran, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

Industri manufaktur dinilai berperan penting, mulai dari pupuk, alsintan, pengolahan pangan hingga teknologi energi dan kendaraan listrik.

Tayang:
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
DAMPAK PERANG - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Industri manufaktur dinilai berperan penting, mulai dari pupuk, alsintan, pengolahan pangan hingga teknologi energi dan kendaraan listrik. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menyiapkan strategi menghadapi dampak konflik Iran–Israel–AS melalui penguatan ketahanan pangan dan energi nasional.
  • Industri manufaktur dinilai berperan penting, mulai dari pupuk, alsintan, pengolahan pangan hingga teknologi energi dan kendaraan listrik.
  • Pemerintah juga mendorong P3DN, penguatan rantai pasok domestik, serta transformasi industri hijau untuk mengurangi ketergantungan impor.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memitigasi potensi dampak konflik geopolitik global yang melibatkan Iran, Israel dan Amerika Serikat.

Upaya utama dilakukan melalui penguatan ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan ketahanan pangan dan energi menjadi langkah penting di tengah ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Baca juga: Soal Harga BBM, Menko Airlangga: RI Punya Dua Pilihan, Pertahankan Subsidi atau Naikkan Harga

Menurutnya, program swasembada pangan dan energi yang dicanangkan Presiden Prabowo tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian dan energi semata, tetapi juga memerlukan dukungan kuat dari sektor industri manufaktur nasional.

"Program ketahanan pangan dan ketahanan energi yang menjadi prioritas Presiden Prabowo merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Industri manufaktur memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut, mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian, industri pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga pengembangan teknologi energi," tutur  Agus dalam keterangan, Kamis (5/3/2026).

Sektor industri memiliki kontribusi besar dalam mendukung upaya swasembada pangan.

Industri pupuk nasional, industri alat dan mesin pertanian (alsintan), industri pengolahan pangan, serta industri kemasan merupakan bagian penting dari ekosistem industri yang menopang produktivitas sektor pertanian.

Selain itu, industri manufaktur juga dinilai berperan strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Berbagai industri terlibat dalam pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan, produksi komponen pembangkit listrik, pengembangan kendaraan listrik, hingga industri petrokimia yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok energi.

Agus menambahkan, Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan industri hulu dan hilir agar Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan strategis nasional, termasuk di sektor pangan dan energi.

"Dengan struktur industri yang semakin kuat, Indonesia akan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap gejolak ekonomi global akibat konflik geopolitik," ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, pemerintah juga memperkuat kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dan pengembangan rantai pasok industri domestik.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku sekaligus meningkatkan nilai tambah industri di dalam negeri.

Selain itu, transformasi menuju industri hijau dan peningkatan efisiensi energi di sektor manufaktur terus didorong. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved