Selasa, 5 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Soal Harga BBM, Menko Airlangga: RI Punya Dua Pilihan, Pertahankan Subsidi atau Naikkan Harga

Kenaikan harga minyak dan komoditas berpotensi terjadi, namun di sisi lain dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor terkait.

Tayang:
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
DAMPAK PERANG IRAN - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto (tengah) saat jumpa pers di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Airlangga merespons soal mitigasi dampak perang Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Airlangga Hartarto menyebut dampak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih terlalu dini untuk disimpulkan.
  • Pemerintah menyiapkan APBN sebagai buffer untuk meredam gejolak harga, sekaligus memastikan subsidi tetap dilanjutkan guna menjaga daya beli masyarakat.
  • Kenaikan harga minyak dan komoditas berpotensi terjadi, namun di sisi lain dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor terkait.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto merespons soal upaya mitigasi pemerintah pada konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Kata Airlangga, kondisi yang terjadi saat ini sudah pernah dialami pada saat ada eskalasi yang meninggi antara Rusia dengan Ukraina beberapa tahun belakangan ini.

Menurut dia, setiap perang yang terjadi, pasti ada dampaknya terhadap Indonesia, termasuk soal meningkatnya harga minyak.

Baca juga: Cadangan BBM 20 Hari Jadi Sorotan, Ekonom Beri Penjelasan, Sebut Pasokan Tetap Dijaga Pertamina

"Ya kita kan pernah mengalami pada saat perang Ukraina, dan pada saat itu harga minyak naik tinggi dan harga komoditas naik tinggi," kata Airlangga saat ditemui awak media di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Tercatat, saat ini harga West Texas Intermediate (WTI) naik 1,86 persen menjadi US$ 76,05 per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent di kisar 81,40 dolar AS per barel.

Dari segi ekonomi, Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menyatakan, sejatinya pemerintah Indonesia mempunyai dua posisi dalam menyikapi eskalasi perang.

Pertama, yakni mempertahankan subsidi dari APBN untuk menjaga daya beli masyarakat, dan kedua, kemungkinan menetapkan kenaikan harga terhadap beberapa komoditas.

"Bagi Indonesia kan dua sisi. Di satu sisi tentu yang terkait dengan subsidi kita jaga, dan pemerintah kemarin sudah siapkan bahwa subsidi akan kita lanjutkan, dan APBN itu sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga," kata Airlangga.

"Tetapi di lain pihak tentu ada kenaikan tambahan penerimaan kalau komoditas itu naik," sambung dia.

Saat disinggung soal upaya pemerintah saat ini menyikapi perang di Iran, Airlangga menjawab secara tenang.

Kata dia, pemerintah Indonesia ada pada posisi menunggu perkembangan situasi yang terjadi ke depan.

"Tapi kita tentu melihat situasinya masih too early to call, masih terlalu pagi," tukas dia.

Janji Tak Naikkan Harga

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved