Kamis, 23 April 2026

Cadangan Devisa RI di Akhir Februari 2026 Turun Jadi 151,9 miliar dolar AS, Ini Penyebabnya

Penurunan dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Tribunnews/Jeprima
CADANGAN DEVISA - Ilustrasi. Cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 turun menjadi 151,9 miliar dolar AS dari 154,6 miliar dolar AS pada Januari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 turun menjadi 151,9 miliar dolar AS dari 154,6 miliar dolar AS pada Januari 2026.
  • Penurunan dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
  • Bank Indonesia menilai posisi tersebut masih aman karena setara 6,1 bulan impor dan tetap di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 turun jadi 151,9 miliar dolar AS, dari Januari 2026 di posisi 154,6 miliar dolar AS. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia,Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, penurunan cadangan devisa Indonesia dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa.

Kemudian, adanya penarikan pinjaman luar negeri pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. 

Baca juga: Pemerintah Terbitkan Utang, Cadangan Devisa RI Akhir Desember 2025 Jadi Tertinggi Sejak 8 Bulan Lalu

"Posisi cadangan devisa pada akhir Februari 2026 setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Denny dikutip dalam pengumuman Bank Indonesia, Jumat (6/3/2026).

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, kata Denny, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. 

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," paparnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved