Jumat, 5 Juni 2026

Proyek Dermaga Ekspor Semen Rp1,4 Triliun Ditargetkan Beroperasi Optimal Pertengahan 2026

Fasilitas ini mampu menyalurkan 500.000 hingga 1 juta ton semen per tahun dengan dukungan teknologi modern dan sistem distribusi terintegrasi.

Tayang:
HO/IST
DERMAGA SEMEN - Direktur Operasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Edi Sarwono menjelaskan fitur-fitur proyek pengembangan dermaga kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming (kedua dari kiri) didampingi Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kiri) saat kunjungan ke proyek dermaga dan fasilitas produksi SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat (6/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi semen di Tuban ditujukan untuk memperkuat kapasitas distribusi dan ekspor ke pasar internasional.
  • Fasilitas ini mampu menyalurkan 500.000 hingga 1 juta ton semen per tahun dengan dukungan teknologi modern dan sistem distribusi terintegrasi.
  • Proyek senilai Rp1,4 triliun ini ditargetkan rampung dan beroperasi optimal pada pertengahan 2026.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan dermaga dan fasilitas produksi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditargerkan beroperasi optimal pada pertengahan 2026.

Proyek tersebut akan menjadi fasilitas ekspor semen berkapasitas besar dengan teknologi modern untuk mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan.  

Dalam proses pengembangan, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming turut meninjau proyek tersebut pada Jumat (6/3/2026). 

Baca juga: Ekspor Furnitur Tertinggal dari China dan Vietnam, Industri Furnitur RI Butuh Dukungan Kebijakan

Kunjungan ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta jajaran direksi SIG. 

“Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global,” ujar Gibran dikutip dari Kontan, Minggu (8/3/2026).

Direktur Utama SMGR, Indrieffouny Indra, menyatakan proyek ini ditargetkan rampung dan beroperasi optimal pada pertengahan 2026. 

“Proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas distribusi, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkuat jaringan distribusi global Perseroan di tengah kondisi overcapacity industri semen domestik,” kata Indrieffouny. 

Diketahui, fasilitas ini dirancang mampu menyalurkan 500.000 hingga 1 juta ton semen ke pasar internasional. 

Proyek merupakan bagian dari kerja sama strategis SMGR dengan Taiheiyo Cement Corporation yang telah berjalan sejak 2021, dengan total nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun. 

Pengembangan proyek mencakup peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru.  

Fasilitas produksi juga diperluas dengan pembangunan blending silo system 8.000 ton, clinker silo 15.000 ton, serta dua cement silo masing-masing 18.000 ton. 

Untuk mendukung distribusi, proyek ini memasang tube conveyor sepanjang 4,1 km, tripper conveyor, dan ship loader dengan kapasitas 1.000 ton per jam, memungkinkan pengiriman semen curah langsung ke kapal yang bersandar di dermaga

Proyek ini juga diproyeksikan mampu mengirim 450.000 ton semen pada tahun ini, dengan kapasitas maksimal mencapai 1 juta ton per tahun. 

 


Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Wapres Gibran Tinjau Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi SMGR di Tuban"

Sesuai Minatmu
Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved