Senin, 8 Juni 2026

Jepang Terbuka Menerima WNI, Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Tenaga Kerja Asing Terbesar

Jepang nilai Muslim Indonesia pekerja keras, jujur, baik hati, WNI di Jepang capai 230 ribu, hubungan bilateral makin kuat.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
ISTIMEWA
TENAGA KERJA ASING - Jepang nilai Muslim Indonesia pekerja keras, jujur, baik hati, WNI di Jepang capai 230 ribu, hubungan bilateral makin kuat. 

Ringkasan Berita:
  • Jepang menilai Muslim Indonesia pekerja keras dan jujur. 
  • Jumlah WNI di Jepang capai 230 ribu, memperkuat hubungan bilateral lewat pendidikan, budaya, dan pertukaran pemuda.

TRIBUNNEWS.COM - Kedutaan Besar Jepang di Jakarta menegaskan bahwa masyarakat Jepang kini menilai komunitas Muslim Indonesia sebagai pekerja keras, jujur, dan baik hati.

Hal itu disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim Myochin Mitsuru dalam acara Buka Bersama Kedubes Jepang bersama tokoh Islam Indonesia, Senin (2/3/2026).

Myochin mengakui bahwa meski baru beberapa bulan bertugas di Jakarta, ia melihat peningkatan pesat jumlah pekerja Indonesia di Jepang.

Saat ini, jumlahnya mencapai 180.000 orang, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan tenaga kerja asing terbesar di Jepang.

“Orang Jepang, bahkan di daerah pedesaan yang konservatif, menerima begitu banyak orang Indonesia. Itu membuktikan bahwa mereka tidak ragu menerima Muslim, termasuk dari Indonesia,” ujarnya.

Selain menyoroti komunitas Muslim Indonesia di Jepang, Myochin juga menekankan peran penting pesantren dan perguruan tinggi Islam dalam membentuk fondasi pendidikan di Indonesia.

Ia kagum dengan kontribusi lebih dari 42 ribu pondok pesantren yang menjadi pilar sosial dan pendidikan di Tanah Air.

Sejak 2004, pemerintah Jepang telah mengundang lebih dari 190 pimpinan pesantren untuk berkunjung ke Jepang melalui program JENESYS.

Tahun ini, delapan pemuda dari NU, Muhammadiyah, Masjid Istiqlal, dan UIN diundang ke Tokyo dan Nagasaki. Program ini bertujuan memperkuat pemahaman lintas budaya dan hubungan persaudaraan antara kedua bangsa.

Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Prof. Jamhari Makruf, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, kunjungan tokoh Islam ke Jepang sangat berarti bagi hubungan bilateral.

“Bayangkan, sekarang Kedubes Jepang punya 190 pesantren di Indonesia yang bisa menjadi teman. Itu aset luar biasa,” ujarnya.

Acara buka bersama di Kediaman Duta Besar Jepang turut dihadiri tokoh NU, Muhammadiyah, akademisi UIII, Universitas Paramadina, serta pemimpin pesantren.

Ajang ini menjadi simbol penguatan persaudaraan Jepang–Indonesia melalui jalur pendidikan, budaya, dan komunitas Muslim.

Baca juga: Rekor! Pekerja Asing di Shimane Jepang Tembus 6.184 Orang, WNI Terbanyak Keempat

Jumlah WNI di Jepang Capai 230 Ribu, Indonesia Masuk Enam Besar Warga Asing

Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang terus meningkat, per Juni 2025 mencapai 230.689 orang, tersebar di berbagai prefektur di seluruh negeri.

Data dari Kementerian Kehakiman Jepang – Badan Pelayanan Imigrasi via Instagram @kbritokyo mencatat kenaikan 37,2 persen dibanding tahun sebelumnya, menandakan tren migrasi dan mobilitas yang semakin kuat antara Indonesia dan Jepang.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved