Iran Vs Amerika Memanas
Setelah Lebaran 2026, Pemerintah Berpotensi Naikkan Harga BBM Pertalite
Jika harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) masih sesuai asumsi, harga Pertalite berpotensi tetap stabil.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah memastikan harga bensin subsidi Pertalite tidak naik hingga Lebaran 2026.
- Evaluasi terhadap subsidi Pertalite akan dilakukan setelah IdulFitri dengan mempertimbangkan harga minyak dunia.
- Jika harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) masih sesuai asumsi, harga Pertalite berpotensi tetap stabil.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pemberian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin Pertalite dengan RON 90 di akhir Maret 2026 ini atau setelah Hari Raya IdulFitri.
Hal itu dipastikan langsung oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) Yuliot Tanjung saat menghadiri peresmian Posko Nasional ESDM Ramadan-IdulFitri di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Mulanya, Yuliot memastikan kembali pernyataan Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia yang menegaskan tidak ada kenaikan harga untuk BBM jenis Pertalite hingga lebaran IdulFitri tahun ini.
Baca juga: Wamen ESDM Yuliot Tanjung Pastikan Stok BBM Aman 30 Hari, Pemudik Diminta Tak Khawatir
"Bapak Menteri itu juga sudah menyampaikan bahwa untuk Pertalite ini tidak akan ada kenaikan harga sampai dengan berakhirnya triwulan pertama 2026 ini," kata Yuliot.
Akan tetapi kata Yuliot, mengingat perkembangan harga minyak mentah dunia yang selalu fluktuatif maka dimungkinkan akan adanya evaluasi terhadap pemberian subsidi terhadap BBM oleh pemerintah.
Terlebih, harga minyak mentah dunia pernah menyentuh angka 100 dolar AS per barel karena adanya pengaruh konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
"Jadi nanti kita akan evaluasi terkait dengan perkembangan harga minyak dunia dan juga bagaimana alokasi terhadap subsidi dan kompensasi yang kita siapkan," kata dia.
"Nanti kita akan bahas dengan kementerian/lembaga terkait untuk penyesuaian-penyesuaian untuk Pertalite subsidi Ron 90 ini," sambung Yuliot.
Meski begitu, Yuliot menyebut, masih ada potensi harga bensin subsidi seperti Pertalite tidak mengalami kenaikan.
Hal itu akan terjadi apabila anggaran subsidi yang diberikan pemerintah terhadap BBM masih masuk dalam rata-rata Indonesian Crude Price (ICP). Diketahui ICP dalam APBN senilai 70 dolar AS per barel.
ICP sendiri merupakan harga rata-rata minyak mentah Indonesia yang ditetapkan oleh Menteri ESDM, digunakan sebagai patokan harga jual minyak mentah bagian pemerintah dan acuan bagi hasil dalam kontrak kerja sama migas yang dipengaruhi oleh faktor pasar global seperti geopolitik dan permintaan dunia.
"Nah gini, ini kan kita lagi memantau harga rata-rata ICP, jadi sepanjang itu masih masuk di rata-rata ICP itu tidak akan ada kenaikan," tukas dia.
Bensin Pertalite Tidak Akan Naik Sampai Lebaran
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, perang atau konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran tidak akan mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) komoditas bensin jenis Pertalite.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-spbu-bbm-mengisi-bbm-di-spbu-pertalite-pertamax-pertamina.jpg)