Selasa, 7 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Pemudik Padati Stasiun Pasar Senen, Tahun Ini Terasa Lebih Ramai

Suasana mudik tahun ini di Stasiun Pasar Senen terasa lebih ramai dibandingkan pengalaman mudiknya pada tahun-tahun sebelumnya.

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha
PEMUDIK KERETA API – Suasana kepadatan penumpang calon pemudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2026) siang. Para pemudik yang berangkat dari stasiun ini umumnya hendak menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Lonjakan pemudik terlihat memadati Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat untuk merayakan Idul Fitri 144 Hijriah di kampung halaman sejak Sabtu.
  • Kota-kota tujuan pemudik yang berangkat dari stasiun ini adalah di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Cepu, Purwokerto, Gombong, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Madiun hingga Surabaya, Kediri dan Malang. 
  • Suasana mudik tahun ini terasa lebih ramai dibandingkan pengalaman mudiknya pada tahun-tahun sebelumnya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pemudik mulai memadati Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat untuk merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di kampung halaman. Lonjakan tajam para pemudik mulai terasa sejak Sabtu, 14 Maret 2026. 

Kota-kota tujuan pemudik yang berangkat dari stasiun ini adalah di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Cepu, Purwokerto, Gombong, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Madiun hingga Surabaya, Kediri dan Malang. 

Pada Sabtu, kepadatan pemudik terasa sejak siang hari. Antrean penumpang mulai terasa sejak dari pintu masuk stasiun hingga ke area menuju peron dengan membawa koper, tas ransel, hingga kardus berisi barang bawaan.

PT KAI (Persero) menyiagakan petugas stasiun yang terus mengatur arus penumpang agar tetap tertib. Seorang pemudik bernama Ahmad Fawwaz Usman mengaku sudah merasakan kepadatan sejak dia tiba di area masuk stasiun.

Ia mengaku akan mudik menuju Purwokerto menggunakan KA Sawunggalih yang dijadwalkan berangkat pukul 13.15 WIB.

Menurutnya, antrean di pintu masuk stasiun jauh lebih panjang dibandingkan hari biasa. Penumpang harus menunggu giliran untuk melewati pemeriksaan sebelum memasuki area dalam stasiun.

Baca juga: Pemudik Tujuan Jabar-Jateng Serbu Terminal Kampung Rambutan

“Padat banget dari pintu masuk. Antreannya enggak seperti hari-hari biasa, tadi panjangnya sekitar lima sampai enam meter,” ujarnya saat ditemui di stasiun.

Kepadatan juga terlihat di jalur menuju peron, terutama di area eskalator yang menjadi titik temu arus penumpang dari berbagai jalur keberangkatan. Para calon penumpang terlihat berjalan perlahan mengikuti antrean sambil tetap menjaga barang bawaan mereka.

Lebih Ramai dari Tahun Lalu

Fawwaz menuturkan, suasana mudik tahun ini terasa lebih ramai dibandingkan pengalaman mudiknya pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengaku sudah empat kali melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api, namun baru kali ini merasakan kepadatan yang begitu signifikan sejak beberapa hari sebelum puncak arus mudik.

“Selama aku empat kali mudik, ini yang paling ramai rasanya,” katanya. Di tengah lonjakan penumpang, petugas stasiun juga meningkatkan pengawasan dan prosedur pemeriksaan.

Baca juga: Mudik 2026, Anggota DPR Minta Ramp Check Bus Dilakukan Langsung ke Garasi PO

Setiap penumpang yang hendak masuk ke peron diwajibkan melalui proses verifikasi tiket dengan sistem pemindaian wajah (face recognition) yang terintegrasi dengan data identitas penumpang.

Selain itu, petugas juga tetap melakukan pemeriksaan manual untuk memastikan kesesuaian identitas penumpang, termasuk pengecekan kartu tanda penduduk (KTP).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved