Cegah Risiko Kesehatan, Arsitek Sarankan Masyarakat Tak Gunakan Material Berbahan Timbal
Arsitek dan urban designer Adjie Negara mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan material bahan bangunan.
Ringkasan Berita:
- Arsitek dan urban designer Adjie Negara mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan material bahan bangunan.
- Pemilihan lantai untuk kebutuhan area outdoor yang berbeda dengan area untuk indoor.
- Salah satu potensi paparan zat kimia berasal dari material bangunan yang mengandung timbal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seiring berkembangnya teknologi dan industri, banyak produk rumah tangga, material bangunan, hingga peralatan sehari-hari menggunakan berbagai bahan kimia untuk meningkatkan fungsi, daya tahan dan kualitas produk.
Namun, pemakaian material bahan bangunan yang menggunakan bahan kimia berisiko terhadap kesehatan dalam jangka panjang.
Arsitek dan urban designer Adjie Negara mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan material bahan bangunan karena lingkungan tempat kita tinggal atau bekerja dapat memengaruhi kesejahteraan penghuninya.
Baca juga: Bahas Ekosistem Perumahan, Arsitek hingga Mahasiswa Kumpul di Acara Ini
“Bangunan yang kita buat harus memperhatikan banyak hal, mulai dari penempatan mukaan sehingga ada sinar matahari yang masuk lebih banyak, kemudian penghawaan, sirkulasi silang, dan penempatan elemen-elemen hijau," ujarnya dikutip Senin, 16 Maret 2026.
Menurut dia, semua itu bukan hanya sebagai sumber oksigen, tapi juga stress relief yang penting untuk memberikan kesehatan mental kepada penghuninya.
Soal pemilihan material bangunan, Adjie mengatakan hal itu juga penting. Dia mencontohkan pemilihan
lantai untuk kebutuhan area outdoor yang berbeda dengan area untuk indoor.
“Kita juga harus menghindari yang namanya threat hazard, jadi hambatan-hambatan atau kendala yang dapat membahayakan karena salah memilih material,” sebutnya.
Pemilihan material bangunan harus diperhitungkan mulai dari atap, dinding, hingga lantai. “Memilih material itu elemen yang sangat penting sebenarnya di arsitektur, termasuk kalau misalnya kita bicara tentang building secara umum, salah satu kriteria utamanya adalah pemilihan material," ungkapnya.
Apalagi jika material yang akan bersentuhan langsung dengan kita yang akan beraktivitas di dalamnya, baik melalui kulit atau terhirup melalui pernapasan, atau melalui pipa saluran air yang akan memengaruhi kualitas airnya.
"Untuk rumah tinggal, jika dihuni oleh orang yang mempunyai kebutuhan atau sensitivitas khusus, seperti asma misalnya, pastinya harus menghindari bahan kimia tertentu,” saran Adjie.
Kandungan Timbal di Material Bahan Bangunan
Salah satu potensi paparan zat kimia berasal dari material bangunan yang mengandung timbal.
Dia mengatakan, timbal (Lead) merupakan unsur logam yang secara alami terdapat di lingkungan dan dalam praktiknya dapat ditemukan pada berbagai produk maupun material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Paparan timbal dapat berasal dari material bangunan, misalnya pada pipa air atau cat yang menggunakan pigmen berbasis timbal. Sayangnya, masih banyak masyarakat awam yang belum sepenuhnya memahami bahwa material yang dianggap aman ternyata berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PROPERTI-Arsitek-dan-urban-designer-Adjie-Negara.jpg)