Emiten CDIA Kantongi Laba Tahun 2025 Senilai 127,8 juta Dolar AS
Harga saham CDIA yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu pada pukul 15.12 WIB melonjak 7,69 persen ke level Rp840 per saham
Ringkasan Berita:
- CDIA mencatat laba USD127,8 juta dan EBITDA USD118,8 juta sepanjang 2025.
- Pendapatan mencapai USD148 juta, ditopang kuat oleh segmen logistik.
- Usai IPO, perusahaan fokus ekspansi dan penguatan bisnis infrastruktur terintegrasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang solid dan operasional yang agresif pada tahun perdananya sebagai perusahaan publik.
Direktur CDI Group, Jonathan Kandinata, menyampaikan tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Perseroan.
“Tahun 2025 merupakan momentum transformasi bagi CDI Group setelah menjadi perusahaan terbuka. Kami berhasil mencatatkan kinerja yang solid, didukung oleh operasional yang kuat serta strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin,” ujarnya dikutip Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Usai Libur Lebaran, IHSG Pagi Ini Berbalik Menguat 1 Persen ke Level 7.181
Sepanjang 2025, emiten CDIA membukukan EBITDA sebesar USD 118,8 juta, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih mencapai USD 127,8 juta, sementara pendapatan tumbuh menjadi USD 148 juta, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen logistik yang mencatat pertumbuhan paling tinggi.
Perseroan juga menetapkan dividen interim sebesar USD10 juta sebagai bentuk komitmen dalam memberikan nilai kepada pemegang saham, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kesehatan keuangan.
Dari sisi keuangan, posisi CDI Group tetap kuat dengan total aset mencapai USD1,74 miliar dan kas serta setara kas sebesar USD803,3 juta. Struktur permodalan tetap terjaga, didukung oleh akses pendanaan yang terdiversifikasi dari pasar modal maupun perbankan.
Keberhasilan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025 turut memperkuat langkah transformasi Perseroan.
Dana hasil IPO dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis, khususnya pada sektor logistik serta kepelabuhanan dan penyimpanan.
Secara operasional, CDI Group terus memperluas kapasitas dan kapabilitas bisnisnya, mulai dari penguatan logistik darat dan maritim, pengembangan cold chain, hingga peningkatan kapasitas energi baru terbarukan serta pembangunan fasilitas penyimpanan.
Ia menyebut, langkah-langkah ini memperkuat posisi Perseroan sebagai platform infrastruktur terintegrasi yang terus berkembang.
"Dengan portofolio yang terdiversifikasi di sektor energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik, CDI Group memasuki tahun 2026 dengan fondasi yang kuat," ucapnya.
Ke depan, kata Jonathan, Perseroan akan terus fokus pada ekspansi yang terukur, peningkatan kinerja operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur di Asia Tenggara.
Pada perdagangan hari ini, harga saham CDIA yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu pada pukul 15.12 WIB melonjak 7,69 persen ke level Rp840 per saham dari posisi penutupan sebelumnya Rp780 per saham.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PABRIK-CDIA-Pada-2025-CDI-Group-membukukan-EBITDA.jpg)