Selasa, 2 Juni 2026

LAPORAN EKSKLUSIF: Narasi Ganda China Terhadap Sawit Indonesia

Benarkah beberapa pemberitaan di China, di waktu tertentu, berusaha membangun persepsi negatif terkait crude palm oil Indonesia?

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/Jeprima WD
KELAPA SAWIT - Pekerja mengangkut kelapa sawit di kawasan Bogor, Jawa Barat. Tim investigasi Tribunnews berusaha menelusuri dugaan adanya pemberitaan di China, di waktu tertentu, berusaha membangun persepsi negatif terkait crude palm oil atau minyak sawit Indonesia. 

Tak berhenti disitu, Tiongkok, yang kini berkembang menjadi penggerak utama permintaan global akan minyak sawit berkelanjutan (CSPO) menyebut minyak sawit asal Indonesia banyak diolah menjadi berbagai produk turunan. 

Terutama di sektor utama seperti makanan, perawatan pribadi, dan kosmetik.

Negara ini mengonsumsi lebih dari setengah juta ton minyak sawit berkelanjutan bersertifikat (CSPO).

Di tengah ketergantungan ekspor sawit Indonesia pada pasar China, beberapa pemberitaan media dan platform digital di Negeri Tirai Bambu itu, di waktu tertentu diduga berusaha membangun persepsi negatif terkait crude palm oil (CPO) asal Indonesia

Pertanyaannya, apakah ini sekadar dinamika pasar, atau bagian dari strategi membentuk persepsi terhadap produk sawit Indonesia, atau upaya sentimen harga?

Menjawab hal itu, tiga anggota tim investigasi redaksi Tribunnews, Rasni Gani, Tiara Shelavie, dan Malvyandie, menganalisis lebih jauh berita online terkait CPO dalam rentang waktu penerbitan 2019-2024. 

Penelusuran redaksi Tribunnews.com selama delapan bulan (Juni 2024-Februari 2025), peneliti menemukan pola narasi seragam, dikemas dalam framing negatif berbahasa Inggris, dan muncul berulang di kanal yang memiliki afiliasi langsung dengan pemerintah China. Media berbahasa China justru sebaliknya.

ILUSTRASI - Foto ilustrasi buah sawit yang diunduh dari situs bebas royalti Pixabay. (Pixabay/tk tan)
ILUSTRASI - Foto ilustrasi buah sawit yang diunduh dari situs bebas royalti Pixabay. (Pixabay/tk tan) (Pixabay)

Temuan

Guna memahami dan mendapatkan pola dualisme media China dalam pemberitaan CPO, Tribunnews mengumpulkan kurang lebih 1.500 artikel dari 30 situs berita acak menggunakan 10 kata kunci. 

Dalam prosesnya, Tribunnews mengerucutkan artikel dianggap representatif mewakili tone positif, netral dan negatif kurang lebih 1.000 artikel khusus di situs berita terafiliasi dengan China

Selanjutnya penulis menganalisis seluruh artikel mengidentifikasi konten positif dan negatif, penerbit, isi pembahasan, hingga pola berita. 

Alhasil ditemukan berita bahasa Mandarin baik huruf tradisional maupun sederhana cenderung bernada ‘adem’ atau positif. Sementara berita berbahasa Inggris cenderung negatif. 

Laporan ini juga membuktikan bahwa China tidak hanya terang-terangan menyajikan artikel kritik keras terhadap CPO Indonesia, tetapi juga menyajikan fakta yang mengarah ke propaganda dengan halus dibungkus dalam framing isu teknologi terbarukan hingga perdagangan internasional.

Pembaca dapat meninjau metodologi dan batasan dari investigasi ini di bagian akhir laporan.

Pemetaan Berita

Tribunnews menggunakan 10 kata kunci yang sama untuk membandingkan narasi media China yang berbahasa Inggris dan berbahasa mandarin. Sebagai berikut: 

1. Palm oil/棕榈油

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved