Jumat, 22 Mei 2026

Gempa di Sulut & Malut

BNPB Bentuk Tim Khusus, Hitung Dampak Kerusakan Gempa Sulut dan Maluku Utara

Upaya pencarian dan pertolongan korban terus dilakukan setelah adanya laporan korban jiwa dan potensi korban lain yang masih perlu dievakuasi. 

Tayang:
Tribunnews.com/dok Tribun Ternate
RUSAK BANGUNAN - Kerusakan bangunan Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, akibat kuatnya guncangan gempa, Kamis (2/4/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB) segera membentuk tim khusus untuk memverifikasi serta menghitung dampak kerusakan secara menyeluruh atas gempa  bumi berkekuatan 7,6 Magnitudo di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.  

Sektor tersebut menjadi fokus dalam setiap penanganan bencana alam karena berpengaruh pada alur logistik dan bantuan.

Kata dia, jangan sampai bantuan atau pertolongan terhadap warga menjadi terkendala karena rusaknya infrastruktur jalan. "Supaya arus logistik tidak terganggu dan mana kala memang diperlukan nanti berikutnya kita akan bikin yang lebih permanen," kata dia.

"Tapi sementara waktu, kita kejar dulu supaya arus menggunakan manusia atau logistik tidak terganggu gitu, yang itu sudah pasti," sambung Dody.

Terkini, Dody memastikan pihaknya sudah menerjunkan tim guna melihat dan mengevakuasi kondisi terkini di dua provinsi yakni Maluku Utara dan Gorontalo.

Nantinya, pekerjaan terhadap perbaikan jalan dan jembatan yang terdampak dipastikan Dody akan langsung dikerjakan.

"Tim memang sudah jalan ke kedua tempat. Di Maluku Utara sudah ada, tim yang di Gorontalo juga sudah ada," ungkap dia.

Status Potensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi, mengguncang kuat sejumlah wilayah di Maluku Utara, termasuk Kota Ternate.

Getaran gempa yang terasa cukup lama membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pada pukul 05.48.16 WIB dengan lokasi di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur.

Pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 62 kilometer.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Peringatan ini disertai estimasi waktu kedatangan gelombang di sejumlah daerah terdampak.

Sejumlah wilayah ditetapkan dalam status Siaga, yakni: Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan bagian selatan dan Minahasa Utara bagian selatan.

Sementara itu, beberapa wilayah lainnya berada dalam status Waspada, meliputi kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, Bolaang Mongondow bagian selatan.

Status Tsunami Dihentikan

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved