Penipuan Digital Naik Kelas, Masyarakat Perlu Waspadai Perkembangan Scam
Pelaku penipuan kini memanfaatkan teknologi generatif dan membaca momentum kepercayaan serta pergerakan likuiditas masyarakat.
Di satu sisi, dibutuhkan perubahan yang lebih mendasar dalam membangun dan menjalankan sistem digital agar lebih siap menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Di sisi lain, penguatan literasi publik juga tetap penting agar masyarakat semakin memahami berbagai pola scam yang terus berevolusi.
Sejalan dengan hal tersebut, VIDA terus memperluas akses edukasi publik melalui laman Where’s The Fraud Hub, yang menghadirkan whitepaper, studi kasus, data terkini, dan panduan praktis.
Inisiatif ini juga menjadi landasan dari kampanye literasi publik VIDA, #JanganAsalKlik, yang mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah percaya pada komunikasi digital yang tampak meyakinkan.
Untuk membantu publik, pelaku industri, dan regulator memahami bagaimana scam terus berevolusi, VIDA mengajak masyarakat untuk mengakses whitepaper VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook melalui laman Where’s The Fraud Hub serta menyaksikan diskusi lengkap Niki Luhur bersama Gita Wirjawan dalam podcast Endgame.
Melalui dua materi ini, VIDA ingin mendorong pemahaman yang lebih kuat mengenai bagaimana scam berevolusi dan mengapa penguatan kepercayaan digital menjadi semakin mendesak.Â
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Niki-Luhur-founder-dan-Group-CEO-VIDA-3.jpg)