Iran Vs Amerika Memanas
Kenapa Amerika Serikat Kehilangan Jauh Lebih Banyak Pesawat daripada Israel pada Perang Iran?
Strategi Iran yang menggunakan kawanan drone berhasil menekan sistem pertahanan udara AS yang canggih dan mahal.
Ringkasan Berita:
- Laporan Kongres AS menunjukkan perbedaan mencolok kerugian udara dalam 40 hari perang AS–Iran.
- Washington kehilangan 42 pesawat, termasuk 18 berawak, dengan kerugian terbesar pada drone MQ-9 Reaper.
- Rinciannya mencakup empat F-15E, satu F-35A, satu A-10, tujuh KC-135, satu E-3 Sentry, dua MC-130J, dan satu MQ-4C Triton.
- Sementara Israel hanya mengakui kehilangan UAV lambat. Anil Chopra menilai perbedaan ini akibat strategi operasi, lokasi pangkalan, dan tingkat paparan serangan Iran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perbedaan mencolok terlihat dalam 40 hari perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Laporan Kongres AS yang baru dirilis menunjukkan Washington kehilangan sebanyak 42 pesawat, dengan 18 di antaranya adalah pesawat berawak.
Di sisi lain, Israel tidak (mengungkapkan) adanya kehilangan satu pun pesawat berawak dalam konflik tersebut.
Tel Aviv hanya "mengakui" kerugian mereka terbatas pada pesawat nirawak (UAV) yang bergerak lambat.
Mantan pejabat tinggi Angkatan Udara India, Air Marshal (Purn) Anil Chopra, dalam analisanya di Euroasia, menyebut Amerika Serikat kehilangan jauh lebih banyak aset tempur dibandingkan Israel, meski kedua negara menjalankan operasi militer gabungan terhadap Teheran.
“Perbedaan kerugian ini bukan karena teknologi Amerika lebih buruk atau kemampuan pilotnya lebih rendah dibanding Israel,” tulis Anil Chopra dalam opininya yang dipublikasikan pada 22 Mei 2026.
“Hal ini terjadi karena perbedaan strategi operasi, lokasi pangkalan, tingkat paparan terhadap serangan Iran, serta pendekatan taktis yang digunakan kedua negara,” lanjutnya.
Anil Chopra merupakan veteran Angkatan Udara India, pilot uji tempur, sekaligus mantan Direktur Jenderal Center for Air Power Studies, lembaga kajian strategis pertahanan di India.
Dalam laporannya, ia mengutip dokumen Kongres AS yang menyebut Washington kehilangan hingga 42 pesawat selama perang, termasuk 18 pesawat berawak.
Kerugian itu mencakup enam jet tempur, yakni empat F-15E Strike Eagle, satu F-35A, dan satu A-10 Thunderbolt.
Selain itu, AS juga kehilangan tujuh pesawat tanker KC-135, satu pesawat peringatan dini E-3 Sentry, dua MC-130J operasi khusus, serta satu drone pengintai MQ-4C Triton.
Kerugian terbesar justru terjadi pada armada drone, dengan 24 unit MQ-9 Reaper dilaporkan hancur selama operasi berlangsung.
“Israel diperkirakan hanya kehilangan sekitar 18 hingga 20 drone berkecepatan rendah seperti Hermes dan Heron. Tidak ada laporan pesawat tempur Israel ditembak jatuh,” tulis Chopra, meski di sisi lain, sejumlah sumber intelijen terbuka atau OSINT, menyebut ada beberapa pangkalan AU Israel yang hancur dirudal Iran.
Kenapa ini bisa terjadi?
"Kesenjangan jumlah kehilangan antara AS dan Israel bukan karena inferioritas teknologi atau kemampuan pilot, melainkan perbedaan dalam hal pangkalan, eksposur operasional, dan pendekatan strategis dalam konflik ini," ujar Chopra dalam analisisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jet-Tempur-F-15E-Strike-Eagle-milik-Angkatan-Udara-Amerika.jpg)