Jumat, 1 Mei 2026

Kuartal I 2026, Laba Emiten SMCB Naik 111 Persen, Bidik Pasar Amerika

SMCB fokus ekspansi ekspor ke AS dari fasilitas Tuban serta dorong operasi berkelanjutan melalui energi alternatif.

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
KINERJA KEUANGAN - Pendapatan SMCB kuartal I 2026 naik 3,6% jadi Rp2,56 triliun, didorong volume penjualan 2,92 juta ton dan efisiensi operasional. 
Ringkasan Berita:
  • SMCB mencatat laba Rp101,89 miliar pada Q1 2026, melonjak 111,3 persen YoY.
  • Pendapatan naik 3,6% jadi Rp2,56 triliun, didorong volume penjualan 2,92 juta ton dan efisiensi operasional.
  • SMCB fokus ekspansi ekspor ke AS dari fasilitas Tuban serta dorong operasi berkelanjutan melalui energi alternatif.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Emiten semen, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatat laba bersih di kuartal I 2026 senilai Rp101,89 miliar, naik 111,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp48,22 miliar.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan, pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 menjadi awal yang baik bagi perseroan dalam menjaga momentum bisnis.

"Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Rizki dikutip Jumat (1/4/2026).

Ia menjelaskan, volume penjualan semen dan terak sebesar 2,92 juta ton, meningkat 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan tersebut turut mendorong pendapatan Perusahaan menjadi sebesar Rp2,56 triliun, atau tumbuh 3,6% YoY. EBITDA mencapai Rp358 miliar, naik 14,3?ri tahun 2025. 

Dari sisi operasi, kata Rizki, perusahaan terus memperkuat optimalisasi produksi dan efisiensi energi, termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya mendorong operasi yang lebih berkelanjutan.

Salah satu dampak inisiatif tersebut adalah diterimanya sertifikat Green Label predikat Platinum untuk Pabrik Lhoknga di Aceh, Pabrik Narogong di Jawa Barat dan Pabrik Cilacap di Jawa Tengah, serta sertifikat Green Label predikat Gold yang diterima untuk Pabrik Tuban di Jawa Timur.

Proyeksi Bisnis 

Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi) memproyeksikan penjualan semen di dalam negeri akan naik sekitar 1%-2% pada 2026.

Rizki menyampaikan, selain optimalisasi pengelolaan pemasaran hingga penjualan, perseroan juga tengah mempersiapkan langkah ekspansi melalui ekspor dari fasilitas dermaga dan produksi di Tuban, Jawa Timur.

Dengan rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas pemuatan terintegrasi tersebut, perusahaan akan segera memulai ekspor ke pasar Amerika Serikat.

“Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilitas, tetap juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Rizki.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved