Gejolak Rupiah
Bank Indonesia Buka Suara Soal Pergerakan Rupiah Makin Jeblok: Kami Akan Terus Intervensi
Rupiah berada di level Rp17.403 per dolar AS, melemah sekitar 0,22% dibandingkan posisi hari sebelumnya di Rp17.365 per dolar AS.
Ringkasan Berita:
- Rupiah melemah ke Rp17.403/USD, sejalan tren pelemahan mata uang emerging market.
- BI pastikan intervensi berlanjut lewat NDF, DNDF, dan pembelian SBN.
- Tekanan berasal dari geopolitik, dolar kuat, dan risiko domestik seperti fiskal dan capital outflow.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS, tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga dialami negara berkembang lainnya.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI Erwin Gunawan Hutapea menegaskan, pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.
Ia mencontohkan, Philippine Peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand Baht melemah 5,04 persen, India Rupee melemah 4,32 persen, demikian pula dengan Chile Peso melemah 4,24%.
Baca juga: Pergerakan Rupiah Masih Rapuh, Peluang Tembus Rp17.500 Makin Terbuka Lebar
"Indonesia Rupiah melemah 3,65%, dan Korea Won melemah 2,29%," kata Erwin, Selasa (5/5/2026).
Pada perdagangan pagi hari ini, rupiah Indonesia dan ringgit Malaysia memimpin pelemahan terhadap dolar AS.
Rupiah berada di level Rp17.403 per dolar AS, melemah sekitar 0,22% dibandingkan posisi hari sebelumnya di Rp17.365 per dolar AS.
Sementara itu, ringgit Malaysia turun 0,25% ke level 3,96 per dolar AS.
Pelemahan juga terjadi pada peso Filipina yang turun 0,23% menjadi 61,707 per dolar AS.
Erwin menyampaikan, Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.
"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder," tuturnya.
Transaksi NDF merupakan kontrak derivatif valuta asing berjangka di mana penyelesaian transaksi dilakukan secara tunai (netting) berdasarkan selisih kurs, tanpa pertukaran fisik mata uang pokok. NDF umumnya digunakan untuk lindung nilai atau spekulasi mata uang negara berkembang yang dibatasi (tidak dapat diperdagangkan secara bebas/ non-convertible)
Sedangkan DNDF adalah instrumen derivatif valas terhadap Rupiah standar (plain vanilla) yang digunakan untuk lindung nilai (hedging) risiko nilai tukar di pasar domestik tanpa pertukaran pokok fisik. Penyelesaian dilakukan bersih (netting) dalam Rupiah berdasarkan selisih kurs kontrak dan kurs fixing pada tanggal jatuh tempo.
Menurut Erwin, langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global.
"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nilai-tukar-dollar-terhadap-rupiah-kembali-menguat_20220929_210738.jpg)