Selain untuk Trading, Kripto Juga Bisa Jadi Pilihan Investasi yang Lebih Mudah
Pembahasan mengenai masa depan blockchain dan cryptocurrency semakin relevan di tengah pesatnya transformasi digital.
Ringkasan Berita:
- Aset kripto kini meluas dari sekadar instrumen trading menjadi teknologi berbasis Blockchain yang mendorong sistem keuangan global.
- Tokenisasi aset yang membuka akses investasi lebih luas dan efisien ditandai oleh adopsi yang meluas di banyak negara termasuk di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perkembangan aset kripto kini menunjukkan arah baru yang semakin luas. Tidak lagi sekadar dipandang sebagai instrumen trading, teknologi di baliknya—blockchain—mulai membuka peluang besar dalam sistem keuangan global.
Blockchain & Crypto Specialist Pintu, Ari Budi Santosa menilai pembahasan mengenai masa depan blockchain dan cryptocurrency semakin relevan di tengah pesatnya transformasi digital.
Menurutnya, kripto harus dilihat sebagai teknologi yang memungkinkan kepemilikan serta transfer nilai dilakukan secara lebih transparan, efisien, dan tanpa batas geografis.
“Kripto tidak lagi bisa dipersepsikan hanya sebatas trading, melainkan sebagai teknologi berbasis blockchain yang memungkinkan kepemilikan dan transfer nilai secara lebih transparan dan efisien,” ujar Ari dalam sesi edukasi bertema The Future of Blockchain and Cryptocurrency di Jakarta belum lama ini.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 50 anggota Mensa Indonesia, termasuk Ketua Mensa Indonesia, Satriadi Gunawan.
Dalam kesempatan itu, Ari menyoroti tokenisasi aset sebagai salah satu inovasi paling berdampak dalam ekosistem kripto saat ini.
Konsep ini memungkinkan berbagai aset dunia nyata—seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lainnya—diubah menjadi token digital yang dapat diperdagangkan secara global.
Baca juga: Redam Risiko Volatilitas di Pasar, Investor Kripto Disarankan Terapkan Strategi DCA
“Dengan mekanisme tersebut, akses terhadap investasi menjadi jauh lebih terbuka. Investor tidak lagi harus memiliki modal besar untuk masuk ke instrumen tertentu, karena aset dapat dibeli secara fraksional,” jelasnya.
Mengacu pada Pintu Academy, tokenisasi aset menghadirkan sejumlah keunggulan dibandingkan sistem konvensional, mulai dari akses global hingga peningkatan likuiditas dan fleksibilitas transaksi.
Dengan demikian, aset yang sebelumnya sulit diperjualbelikan kini bisa diperdagangkan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.
Seiring berkembangnya inovasi seperti tokenisasi, adopsi kripto secara global juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Data dari TRM Labs mencatat, aktivitas retail kripto global pada kuartal I 2026 mencapai US$79 miliar.
Baca juga: Perluas Basis Investor, Koin Kripto Bisa Diakses Lewat Minimarket
Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital, baik sebagai instrumen investasi maupun sebagai bagian dari ekosistem teknologi baru.
Tren positif ini juga terlihat di Indonesia. Laporan State of Mobile 2025 yang dirilis oleh Sensor Tower menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi kripto tertinggi kedua di dunia, dengan kenaikan mencapai 54 persen secara tahunan (year-on-year).
Perkembangan ini menandakan bahwa kripto dan blockchain bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari evolusi sistem keuangan global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sesi-edukasi-tentang-kripto-OK.jpg)