Investor Global Suntik Modal 380 Juta Dolar AS ke Bursa Kripto Vietnam
Dua investor global bergabung, OKX Ventures dan HashKey Capital mendukung pengembangan bursa kripto teregulasi di Vietnam
Ringkasan Berita:
- OKX Ventures dan HashKey Capital bergabung sebagai investor strategis CAEX untuk memenuhi modal minimum US$380 juta.
- Kolaborasi ini mendukung pengembangan bursa kripto Vietnam yang aman, transparan, dan sesuai standar internasional.
- Vietnam jadi pasar kripto besar dengan 20 juta pengguna dan transaksi US$220 miliar, didorong regulasi yang kian matang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua investor global bergabung, OKX Ventures dan HashKey Capital mendukung pengembangan bursa kripto teregulasi di Vietnam atau Vietnam Prosperity Crypto Asset Exchange Joint Stock Company (CAEX).
Kedua entitas tersebut bergabung dengan pemegang saham pendiri VPBank Securities (VPBankS) dan LynkiD dalam struktur kepemilikan CAEX.
Keduanya bersama dengan pemegang saham lainnya, akan menyetorkan modal pada April untuk membantu CAEX memenuhi persyaratan minimum modal dasar sebesar VND 10 triliun (setara US$380 juta).
Baca juga: Peran Influencer Kripto Disorot, Industri Dorong Pengaturan dan Pengawasan Ketat
Chairman dan CEO CAEX, Nguyen Hong Trung, menyampaikan, kerja sama dengan OKX Ventures dan HashKey akan memungkinkan CAEX untuk mengakses dan mengoperasikan platform perdagangan aset kripto yang sesuai dengan standar internasional.
"CAEX berkomitmen membangun bursa yang transparan, aman, dan mudah diakses, di mana setiap investor dapat berpartisipasi, membuka peluang, dan menikmati pengalaman dinamis di era aset digital," kata Nguyen Hong Trung dikutip Sabtu (11/4/2026).
Vice President OKX Global Markets, Netero Dai, mengatakan, Vietnam adalah salah satu pasar paling dinamis untuk aset digital, dengan adopsi pengguna yang kuat dan langkah jelas menuju kerangka regulasi yang teratur.
"Kemitraan kami dengan CAEX mencerminkan misi kami untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tepercaya bagi masyarakat untuk bertransaksi kripto," paparnya.
CEO HashKey Exchange Business Group, Ru Haiyang, menyampaikan, Vietnam adalah salah satu pasar paling dinamis dan berpotensi tinggi di Asia.
"Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi generasi berikutnya dari perusahaan aset kripto yang sepenuhnya berlisensi," ucapnya.
Diketahui, Vietnam menempati peringkat keempat secara global dalam Indeks Adopsi Kripto Global Chainalysis 2025.
Negara ini memiliki lebih dari 20 juta pengguna kripto, sekitar satu dari lima penduduknya mencatat transaksi aset digital senilai sekitar US$220 miliar dalam 12 bulan hingga Juni 2025.
Pemerintah Vietnam tengah meluncurkan kerangka regulasi komprehensif melalui program pilot yang menetapkan persyaratan ketat bagi calon penyelenggara bursa kripto, dirancang untuk membangun infrastruktur perdagangan yang aman, transparan, dan sesuai standar internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kiprah-tokoin-di-bursa-kripto-indonesia-melalui-toko-token.jpg)