Selasa, 19 Mei 2026

Gejolak Rupiah

Pengamat Sebut Pernyataan Prabowo Soal Dolar AS Bikin Rupiah Makin Ambruk ke Rp17.600 per Dolar AS

Ibrahim meyakini kalau Presiden sedang mengolok-olok para pembantunya sendiri yang dinilai kurang mahir dalam menahan nilai mata uang rupiah.

Tayang:
HO/IST/Dok Sekretariat Presiden
RUPIAH AMBROL - Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing. 

"Nah ini yang seharusnya dilakukan oleh Presiden Prabowo, tetapi kenyataannya bahwa Presiden Prabowo ya terus memberikan satu olok-olok," kata dia.

Lebih lanjut, Ibrahim juga menilai, sejatinya saat ini masyarakat di desa sudah memahami dolar dan saham karena sudah majunya teknologi.

Atas kondisi tersebut, dirinya memandang adanya ketidakmampuan dari menteri di jajaran kabinet saat ini terhadap perkembangan kemampuan masyarakat desa terhadap dolar.

"Tetapi kita lihat bahwa malahan di kampung-kampung ini banyak orang yang mengenal saham. Ya, di desa pun juga banyak orang juga tahu tentang dolar, ya karena apa Sekarang zaman teknologi," kata dia.

Ibrahim lantas menyebut kalau menteri dari Prabowo khususnya Sekretaris Kabinet dalam hal ini Letkol Teddy Indra Wijaya tidak mampu memberikan informasi yang update kepada Presiden Prabowo.

"Nah, apa yang dikatakan oleh Prabowo ini mungkin, ini kesalahan dari pembantu presidennya, ya di sini adalah Sekretaris Kabinet mungkin tidak memberikan satu informasi yang positif, ya, tentang masyarakat yang ada di desa," tandas dia.

Pada Senin (18/5/2026), rupiah dibuka di level Rp 17.628 per dolar AS.

Ini membuat rupiah melemah 0,18 persen dibanding penutupan Jumat (15/5/2026) yang berada di Rp 17.597 per dolar AS. 

Orang Desa Tak Pakai Dolar AS

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing. 

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) pagi.

Prabowo menegaskan, kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman. 

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik dengan pergerakan mata uang dolar AS karena fundamental ekonomi riil di tingkat daerah tetap berjalan baik.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa," ujar Presiden Prabowo.

Kemudian, saat menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo berkelakar mengenai pergerakan nilai tukar rupiah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved