Senin, 18 Mei 2026

Gubernur BI Yakinkan DPR, Rupiah Akan Kembali Menguat di Juli 2026

Gubernur BI Perry Warjiyo berusaha meyakinkan DPR bahwa pelemahan rupiah bersifat temporer dan rupiah diyakini akan kembali menguat di Juli 2026.

Tayang:
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
BAHAS PELEMAHAN RUPIAH  - Suasana Rapat Kerja antara Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Perry menyatakan, rupiah akan kembali menguat di Juli 2026. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau terus melemah seperti terpantau Senin (18/5/2026) pagi di level Rp17.671 per dolar AS. Nilai tukar dolar terhadap rupiah itu menjadi beragam di kios-kios tukar uang asing atau money changer.

Berdasarkan temuan reporter Tribunnewscom di beberapa money changer di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, nilai tukar dolar terhadap rupiah menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan patokan angka internasional.

Di salah satu money changer di wilayah tersebut, nilai tukar dolar AS mencapai Rp17.750.  Satu money changer di kawasan yang sama menetapkan nilai tukar dolar AS berada di angka Rp17.580.

Sementara itu, untuk money changer yang berada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, mereka menetapkan nilai tukar dolar AS berada di angka Rp17.670.

Ketika disinggung soal adanya perbedaan harga beli dolar tersebut, seorang pegawai money changer mengungkapkan, kurs rupiah terhadap dolar AS yang tertera di mesin pencari Google merupakan rujukan.

Perihal realisasinya di pasar, dia mengatakan, hal itu ditetapkan oleh masing-masing money changer. "Kalau yang di Google itu kan rujukan internasional aja, iya emang (kurs di setiap money changer) beda-beda," katanya.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved