Gejolak Rupiah
Primus Yustisio Sarankan Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Buntut Rupiah Anjlok
Anggota DPR RI Primus Yustisio menyarankan Gubernur BI, Perry Warjiyo mundur akibat melemahnya nilai tukar rupiah.
Ringkasan Berita:
- Primus Yustisio menyarankan Perry Warjiyo mundur akibat melemahnya nilai tukar rupiah.
- Politikus PAN menilai Bank Indonesia kehilangan kredibilitas menghadapi krisis pelemahan rupiah.
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menembus level Rp17.671 pada perdagangan Senin.
TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Primus Yustisio, menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Bank Indonesia (BI) di tengah merosotnya nilai tukar rupiah yang menyentuh rekor terendah.
Dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia, Primus secara terang-terangan menyarankan agar Gubernur BI, Perry Warjiyo mengambil sikap kesatria dengan mengundurkan diri jika tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
Mantan aktor yang pernah membintangi sinetron populer seperti Cinta dan Panji Manusia Millennium itu menilai kondisi perekonomian saat ini mengalami anomali besar.
Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi Indonesia dilaporkan tumbuh positif, namun di sisi lain mata uang rupiah terus melemah secara drastis.
Tidak hanya terhadap dolar AS, namun juga terhadap hampir seluruh mata uang asing lainnya.
"Pak Perry yang saya hormati, kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan Pak, saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri," ujar Primus dalam rapat bersama Bank Indonesia pada Senin (18/5/2026).
Ia menekankan bahwa langkah mundur tersebut tidak boleh dianggap sebagai sebuah bentuk merendahkan martabat, melainkan sebuah bentuk penghormatan atas tanggung jawab jabatan.
"Tidak ada salah kalau selanjutnya terserah Bapak tentu saja, tapi itu bukan sikap penghinaan Pak. Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik," lanjutnya.
Primus juga menyoroti hilangnya kredibilitas bank sentral dalam menghadapi situasi krisis ini.
Baca juga: Purbaya Bicara Soal Sentimen Pasar Terkait Pelemahan Rupiah: Kondisi Sekarang Beda dengan 1998
Menurutnya, manajemen BI tidak boleh lagi menutup mata dan berdiam diri melihat kejatuhan rupiah yang kian mengkhawatirkan dari waktu ke waktu.
"Apa yang terjadi saat ini menurut saya pribadi Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust. Bank Indonesia sudah menyampingkan kredibilitasnya dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia sebagai tokoh utamanya harus gentleman Pak, harus berani melawan. Ada apa ini, kenapa ini?" tegas Primus.
Di akhir interupsinya, politisi PAN tersebut menutup argumennya dengan mengingatkan pimpinan BI melalui sebuah kutipan hadis yang cukup mendalam mengenai pentingnya kapabilitas dalam memegang suatu amanah jabatan.
"Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya," ungkap Primus.
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Tembus Rp 17.600
Diberitakan Tribunnews sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin loyo yang pada Senin (18/5/2026) pagi mencapai level Rp17.671 per dolar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gubernur-BI-diminta-mundur-Primus-Yustisio.jpg)