Selasa, 19 Mei 2026

Saat Stok Beras Melimpah dan Impor Tak Lagi Jadi Pilihan

Indonesia saat ini telah mencapai swasembada, karena stok kebutuhan pangan utama masyarakat sudah melimpah.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com
Potret kondisi gunungan karung beras di Gudang Swasta yang disewa PT Perum Bulog yang berlokasi di JDP Karawang 1 Logistic Park, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis 26 April 2026. (Rizki Sandi Saputra/Tribunnews.com) 

Bahkan Amran berkelakar, Indonesia akan menjadi salah atau negara yang paling siap jika dibutuhkan oleh negara lain untuk menyuplai beras.

Setidaknya, Arab Saudi, Malaysia, hingga Palestina sudah masuk dalam daftar rencana ekspor beras dari dalam negeri.

"Kita ekspor kirim ke saudara kita, Palestina, 10.000 ton. Sekarang berikutnya, kita sudah negosiasi melalui Bulog, mudah-mudahan 200.000 ton bisa kita ekspor. Jangankan 200.000, 500.000 pun bisa diekspor ke negara yang membutuhkan. Nanti kita akan negosiasi (ke Malaysia)," kelakar Amran.

Direktur Utama PT Perum Bulog Letjend TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani juga menyatakan kalau stok beras di Indonesia menjadi yang paling tinggi terjadi selama perusahaan tersebut berdiri, atau sejak 59 tahun.

Secara tegas Rizal menyebut, kondisi stok beras Indonesia saat ini selaras dengan momen perayaan HUT ke-59 Bulog yang mengusung tema Mengawal Pangan, Menjaga Masa Depan.

Terlebih, dalam waktu dekat ini bukan tidak mungkin Indonesia akan mencapai ketersediaan beras sebagai bahan pangan utama sebanyak 6 juta ton.

"Selama 59 tahun berdirinya Bulog sampai dengan hari ini, capaian tertinggi ya hari ini. Ini capaiannya stok Bulog sampai 5,3 juta ton. Ini suatu capaian yang luar biasa dan membanggakan," ucap Rizal saat perayaan HUT Ke-59 Bulog di Halaman Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (11/5/2026).

"Ini di tanggal 11, mungkin nanti di akhir bulan, di akhir bulan Mei ini bisa mencapai 6 juta ton," yakinnya.

Beragam aksi sosial dilakukan oleh PT Bulog di hari HUT ke-59 tersebut, salah satunya turut andil dalam menyiapkan bahan paket sembako di Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2026.

Bulog pada momen tersebut, menyiapkan setidaknya 350 ribu paket sembako yang dibagikan untuk para buruh yang hadir dalam perayaan May Day yang digelar di Monas, Jakarta Pusat.

Pembagian sembako juga dilakukan oleh Bulog kepada seluruh pekerja kebersihan hingga masyarakat sekitar yang ada di sekitaran lingkungan kerja PT Bulog.

Rizal menyebut, perayaan HUT yang dilakukan oleh Bulog merupakan senada dengan arahan langsung yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto.

"Dalam program ulang tahun ini memang sesuai dengan arahan Bapak Presiden seluruh jajaran Kementerian dan Lembaga tidak diizinkan untuk yang sifatnya hura-hura. Jadi sifatnya yang lebih mendekatkan diri dan mensyukuri nikmat cukup dengan acara syukuran tidak perlu panggil band tidak perlu panggil artis-artis," ucapnya.

Tak hanya menjamin ketersediaan stok terhadap beras, Bulog juga dipastikan Rizal turut melakukan intervensi ke seluruh pasar guna memastikan harga bahan pokok tetap stabil.

Gabah yang dihasilkan oleh petani diserap oleh Bulog sehingga bisa menghasilkan beras yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved