Jumat, 22 Mei 2026

Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru di Empat Kota

Konsep hunian berbasis TOD semakin relevan bagi Indonesia karena mampu menghubungkan hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi.

Tayang:
Penulis: Sanusi
HO/IST
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkolaborasi menyediakan KPR dan hunian vertikal terintegrasi untuk mendukung Program 3 Juta Rumah di kawasan Manggarai, Kiaracondong, Gubeng, dan Semarang. 

Ringkasan Berita:
  • BTN dan KAI menandatangani MoU pengembangan hunian berbasis TOD di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya dengan total potensi lebih dari 5.400 unit.
  • Proyek perdana di Manggarai akan menghadirkan kawasan terintegrasi hunian, transportasi, dan pusat bisnis sebagai solusi urbanisasi dan efisiensi mobilitas.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menjalin kerja sama pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah kota strategis di Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Kerja sama BTN dan KAI difokuskan pada pengembangan kawasan hunian vertikal yang terintegrasi langsung dengan transportasi publik seperti KRL Commuter Line, LRT, MRT, dan Transjakarta. Inisiatif ini menjadi bagian dari dukungan kedua BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah Pemerintah sekaligus menjawab tantangan urbanisasi dan keterbatasan lahan di pusat kota.

Baca juga: Diresmikan Hari Ini, Blok M Hub Gojek Jadi Kawasan TOD Kaum Urban Jakarta

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan konsep hunian berbasis TOD menjadi semakin relevan bagi Indonesia karena mampu menghubungkan hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi dalam satu kawasan terintegrasi.

“Pembangunan kota masa depan tidak lagi bisa memisahkan antara hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, konsep Transit Oriented Development atau TOD menjadi sangat relevan untuk dikembangkan di Indonesia,” ujar Nixon.

Menurut Nixon, banyak pekerja di Jakarta yang masih tinggal jauh dari pusat kota sehingga biaya transportasi dapat mencapai 20 persen hingga 25 persen dari penghasilan bulanan. Karena itu, pengembangan hunian vertikal di pusat kota dinilai dapat menjadi solusi yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat urban.

Selain itu, lanjut Nixon, pengembangan kawasan stasiun sebagai pusat hunian dan aktivitas ekonomi juga telah menjadi tren di berbagai negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Hong Kong. Model tersebut dinilai mampu menciptakan kawasan perkotaan yang lebih efisien, produktif, dan nyaman bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan proyek tersebut menggabungkan konsep hunian terjangkau, kawasan TOD, dan pengembangan pusat bisnis baru di Jakarta.

“Kita menggabungkan tiga hal sebenarnya. Satu adalah perumahan vertikal yang harganya terjangkau, yang merupakan bagian dari program penting dari pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Yang kedua adalah kita merealisasikan konsep TOD, Transit Oriented Development,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, kawasan Manggarai memiliki total area sekitar 62 hektare yang akan dikembangkan menjadi kawasan terintegrasi yang mencakup hunian, area komersial, kawasan bisnis, fasilitas olahraga, hingga area leisure.

“Yang ketiga, kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektar yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD,” jelas Bobby.

Dalam kerja sama ini, KAI melalui anak usahanya KAI Properti menyiapkan sejumlah aset strategis untuk pengembangan hunian TOD di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya dengan total potensi lebih dari 5.400 unit hunian.

Lokasi yang direncanakan meliputi kawasan Stasiun Manggarai Blok G dan F Jakarta dengan potensi sekitar 2.200 unit, Stasiun Kiaracondong Bandung sekitar 753 unit, kawasan Dr. Kariadi/Gergaji Semarang sekitar 1.042 unit, serta kawasan Stasiun Gubeng Surabaya sekitar 1.489 unit.

Khusus untuk tahap awal pengembangan di kawasan Manggarai, proyek akan dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare dengan pembangunan tiga tower pertama. Selanjutnya proyek akan dilanjutkan pada area sekitar 1,6 hektare untuk pengembangan delapan tower hunian vertikal dengan total sekitar 5.000 unit.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved