Menjemput Asa di Kala Pandemi: Cerita Craftote yang Mendunia Bersama Rumah BUMN BRI
Melalui Rumah BUMN BRI, Craftote dilibatkan secara aktif dalam berbagai pameran skala nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional
"Prinsipnya waktu itu, apa saja yang ada duitnya, saya kerjakan," seloroh mantan desainer grafis pabrikan Mercedes-Benz di Wanaherang, Kabupaten Bogor itu.
Pertanyaan dari ibu panti asuhan itu menjadi katalisator bagi Thio.
Dalam perjalanan pulang dari Bintaro menuju Tomang, sang istri, Rika Christina, melontarkan sebuah ide nekat: "Bagaimana kalau kita buka usaha sendiri, tapi karyawannya anak-anak panti asuhan?"
Sebagai seorang yang berdarah seni dan mencintai kopi, Thio menyambut ide tersebut.
"That's good idea, tapi usaha apa?" kata Thio kepada Rika.
"Ya kamu kan orang seni rupa, lulusan IKJ. Pikirin dong" jawab Rika.
Karena sama-sama memiliki kecintaan terhadap kopi, Thio dan Rika kemudian sepakat membuka kafe atau kedai kopi, namun dengan konsep sebuah galeri kerajinan tangan dari anyaman.
Dari sinilah nama Craftote lahir—sebuah akronim dari craft (kerajinan tangan) dan tote (dari kata tote bag).
Konsepnya adalah membawa produk kerajinan serat alam yang pasarnya sangat bagus di luar negeri agar lebih membumi dan bisa dinikmati oleh masyarakat domestik yang penetrasi pasarnya masih rendah.
Tembok Pasar Lokal dan Kedatangan Rumah BUMN BRI
Memulai bisnis dengan modal sendiri dan tanpa peta jalan yang matang ternyata memunculkan benturan realitas yang keras.
Niat awal untuk membuka kafe di kawasan elite Kemang terpaksa urung karena terganjal biaya sewa yang melambung tinggi.
Akhirnya, Thio memanfaatkan rumah keluarga yang kosong di daerah Tomang sebagai markas utama.
"Kami baru sadar, mendatangkan orang ke kafe itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena kami bergerak sendiri dan pasif menunggu, gaung kafe ini paling hanya terdengar sejauh 2 hingga 5 kilometer. Hanya tetangga-tetangga sekitar sini saja yang tahu," kata Thio jujur.
Di tengah situasi yang stagnan dan pasif itulah, takdir baru Craftote ditulis ulang.
Pada sebuah hari Kamis di bulan November 2021—hanya sebulan setelah Craftote pertama kali membuka pintunya—kafe mereka dikunjungi oleh perwakilan dari Rumah BUMN (RB) BRI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Thio-Siujinata-pemilik-Craftote-Gallery-Coffee.jpg)