Jumat, 12 Juni 2026

Kemenperin Perkuat SDM Industri Demi Akselerasi Transformasi Manufaktur

Transformasi industri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem manufaktur yang kuat.

Tayang:
(Ho/Campus League)
INDUSTRI MANUFAKTUR - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia mengatakan, transformasi industri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem manufaktur yang kuat dan berkelanjutan. 
Ringkasan Berita:
  • Kemenperin memperkuat pengembangan SDM industri untuk mendukung transformasi manufaktur nasional menuju Making Indonesia 4.0 dan Indonesia Emas 2045.
  • Pelatihan difokuskan pada teknologi digital, IoT, big data, otomatisasi, efisiensi energi, hingga industri hijau melalui kolaborasi dengan mitra dalam dan luar negeri.
  • Pemerintah menilai SDM kompeten dan adaptif menjadi kunci daya saing industri nasional di tengah percepatan transformasi digital global.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mendorong percepatan transformasi industri manufaktur nasional dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat global.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menuju visi Making Indonesia 4.0 sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045, di mana sektor manufaktur diproyeksikan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, transformasi industri tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem manufaktur yang kuat dan berkelanjutan.

Baca juga: Dukung Transisi Energi, Industri Manufaktur Temukan Teknologi Filter yang Bandel Terhadap B50

"Tantangan transformasi digital sektor manufaktur di Indonesia saat ini terletak pada kesiapan teknologi digital dan kualitas tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan SDM industri menjadi fondasi yang sangat penting," tutur Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus menggencarkan berbagai pelatihan terkait industri 4.0 bagi pelaku industri maupun lembaga pendidikan vokasi.

Program pendidikan tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi menyampaikan, kebutuhan industri saat ini semakin mengarah pada tenaga kerja yang menguasai teknologi digital, otomatisasi, Internet of Things (IoT), pengelolaan data industri, hingga efisiensi energi dan penerapan industri hijau.

"Indonesia memiliki peluang besar karena didukung populasi usia produktif yang sangat besar. Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan," terang Doddy.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan dan mitra internasional untuk menciptakan SDM industri yang inovatif dan mampu bersaing secara global.

Upaya penguatan SDM industri itu juga diperkuat lewat partisipasi BPSDMI dalam ASEAN-Japan Forum yang digelar di Jakarta belum lama ini.

Forum tersebut menjadi sarana kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri dan akademisi dalam pengembangan SDM manufaktur di kawasan ASEAN.

Presiden Direktur Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta Shinji Hirai menyatakan, tantangan utama industri saat ini adalah memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan pemecahan masalah dan kemampuan beradaptasi.

"Hal ini sangat relevan di Indonesia, di mana pertumbuhan ekonomi sedang kuat dan angkatan kerjanya muda serta dinamis, sementara industri membutuhkan talenta yang lebih terampil dan siap kerja," ungkap Shinji.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari menilai ASEAN-Japan Forum menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi dalam mencetak talenta industri nasional.

"Kami berharap AMEICC dapat terus mendukung peningkatan daya saing SDM industri Indonesia melalui transformasi digital sehingga mampu memperkuat daya saing industri nasional," ucap Wulan.

Kemenperin bersama mitra internasional juga terus memperluas program pengembangan SDM industri. Sejak 2022, Kemenperin bekerja sama dengan Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang dan AOTS menjalankan proyek penguatan tenaga pengajar di pendidikan tinggi industri, termasuk pengembangan metodologi 5S dan Kaizen untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.

Mulai 2025, program tersebut diperluas dengan fokus pada Green Transformation (GX) dan Digital Transformation (DX).

Selain itu, BPSDMI bersama AOTS juga telah menggelar pelatihan LeMMI 4.0 di Politeknik STMI Jakarta sejak 2021 hingga 2026 dengan total 110 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa.

Pelatihan serupa turut diberikan kepada praktisi industri melalui PIDI 4.0 dengan jumlah peserta mencapai 258 orang. BPSDMI juga mengembangkan berbagai pelatihan lain seperti Big Data, Internet of Things, Cloud Computing, hingga transformasi industri 4.0 untuk level manajerial.
 

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved