Rabu, 3 Juni 2026

Koperasi Didorong Jadi Penggerak Ekonomi, Pasar Tanah Abang Disiapkan Jadi Pilot Project

Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan pasar berbasis koperasi yang melibatkan pedagang secara langsung.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/dok.
PENGGERAK EKONOMI - Musyawarah Anggota Tahunan (MAT) ke-48 Koperasi Konsumen Pedagang Pasar Tanah Abang (KOPPAS Tanah Abang) yang digelar di Jakarta, Senin (25/5/2026). MAT ke-48 menjadi panggung pembahasan arah baru koperasi pasar sebagai pilar penggerak ekonomi. 

 

Ringkasan Berita:
  • KOPPAS Tanah Abang dan INKOPPAS mendorong koperasi pasar mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional.
  • Pasar Tanah Abang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan pasar berbasis koperasi yang melibatkan pedagang secara langsung.
  • Koperasi juga diarahkan masuk ke sektor strategis seperti rantai pasok, digitalisasi pembayaran, energi, dan pertambangan
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Musyawarah Anggota Tahunan (MAT) ke-48 Koperasi Konsumen Pedagang Pasar Tanah Abang (KOPPAS Tanah Abang) tidak sekadar menjadi forum pertanggungjawaban pengurus kepada anggota. 

Pertemuan yang digelar di Jakarta, Senin (25/5/2026), itu juga menjadi panggung pembahasan arah baru koperasi pasar sebagai pilar penggerak ekonomi nasional.

Di tengah upaya pemerintah memperkuat peran koperasi dalam pembangunan ekonomi, sejumlah gagasan strategis mengemuka, mulai dari pengelolaan pasar oleh koperasi, penguatan rantai pasok nasional, digitalisasi transaksi, hingga keterlibatan koperasi dalam sektor-sektor produktif seperti pertambangan dan energi.

Ketua Umum KOPPAS Tanah Abang, Ali Imran, mengatakan MAT tahun ini terlaksana setelah sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat padatnya agenda organisasi dan momentum Lebaran.

“Alhamdulillah, sekarang tanggal 25 Mei 2026, terlaksanalah musyawarah anggota tahunan Koperasi Pasar Tanah Abang,” ujarnya.

Namun, di balik agenda rutin tersebut, tersimpan agenda yang lebih besar, yakni memperkuat posisi koperasi pasar sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi kerakyatan di tingkat nasional.

Perwakilan Perumda Pasar Jaya, Ahmad Afandi, menilai Pasar Tanah Abang memiliki nilai strategis yang tidak hanya penting bagi Jakarta, tetapi juga bagi perdagangan nasional.

Menurutnya, kebangkitan pasar tradisional terbesar di Asia Tenggara itu dapat menjadi simbol penguatan ekonomi berbasis rakyat. “Brand image-nya secara nasional semua orang sudah tahu. Mudah-mudahan kejayaan itu bisa kita kembalikan,” kata Ahmad.

Sorotan utama dalam MAT datang dari Sekretaris Umum Induk Koperasi Pasar (INKOPPAS), Andrian Lame Muhar, yang memaparkan tujuh Rencana Aksi Koperasi (RAK) yang sedang diperjuangkan di tingkat nasional.

Baca juga: PDIP Kritik Program Koperasi Desa Merah Putih yang Dinilai Terlalu Sentralistik

Program-program tersebut dirancang untuk memperluas ruang gerak koperasi agar tidak hanya berperan sebagai lembaga simpan pinjam atau pengelola usaha kecil, tetapi menjadi pelaku ekonomi yang memiliki akses terhadap berbagai sektor strategis.

Salah satu program yang dinilai paling dekat dengan kepentingan pedagang pasar adalah rencana pengelolaan pasar oleh koperasi. INKOPPAS bersama Perumda Pasar Jaya tengah menyiapkan proyek percontohan di sejumlah pasar, termasuk Pasar Tanah Abang.

“INKOPPAS bersama Dirut PD Pasar Jaya tengah mematangkan skema pilot project di lima pasar, yakni Pasar Pondok Labu, Tanah Abang, Tebet Barat, dan lainnya,” ujar Lame.

Baca juga: Tekan Angka Peserta Nonaktif, BPJS Kesehatan Gandeng Koperasi Kelurahan hingga Tingkat Desa

Menurutnya, model ini akan memberi peluang lebih besar kepada pedagang untuk terlibat langsung dalam pengelolaan pasar, mulai dari pengelolaan fasilitas, kebersihan, keamanan hingga area parkir. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat kembali kepada anggota koperasi melalui sisa hasil usaha (SHU).

“Kalau dikelola oleh koperasinya, kawan-kawan anggota punya sense of belonging. Mereka yang mengelola parkiran, kebersihan, semuanya, dan mereka yang mengambil SHU dari hasil pengelolaan itu sendiri,” jelasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved