Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pembangunan IKN Diklaim Tetap Aman
Sejak tahap awal proyek itu dimulai pemerintah targetkan IKN hanya jadi pusat administrasi pemerintah tapi juga kota masa depan yang usung green city.
Ringkasan Berita:
- Sejak tahap awal pembangunan dimulai, pemerintah menargetkan IKN tidak hanya menjadi pusat administrasi pemerintahan.
- Pemerintah terus memantau perkembangan proyek agar target pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal
- Para kontraktor yang terlibat dalam pembangunan IKN juga belum menyampaikan keluhan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian pelaku usaha dan investor belum memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca juga: Gibran Tinjau Proyek IKN, Pastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Target
Di tengah kekhawatiran bahwa fluktuasi nilai tukar dapat memicu kenaikan harga material konstruksi, biaya logistik, hingga membebani kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek strategis nasional, pemerintah memastikan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur masih berjalan sesuai rencana.
Hingga saat ini, belum ada laporan dari pelaksana proyek mengenai lonjakan biaya maupun gangguan pasokan material yang dapat menghambat progres pembangunan kawasan pemerintahan baru tersebut.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan kondisi di lapangan masih relatif terkendali meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan. Menurutnya, para kontraktor yang terlibat dalam pembangunan IKN juga belum menyampaikan keluhan terkait kenaikan biaya proyek akibat pelemahan mata uang domestik.
"Belum. Belum ada (keluhan). Belum ada eskalasinya," kata Basuki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Basuki menjelaskan bahwa dalam proyek-proyek pemerintah, mekanisme penyesuaian harga atau eskalasi kontrak tidak dapat dilakukan secara otomatis hanya karena terjadi perubahan nilai tukar. Penyesuaian tersebut harus mengacu pada kebijakan pemerintah dan ketentuan yang berlaku secara nasional.
Menurutnya, perubahan nilai kontrak biasanya berkaitan dengan kondisi tertentu yang ditetapkan pemerintah, termasuk apabila terjadi keadaan kahar (force majeure) atau kebijakan nasional yang berdampak luas terhadap pelaksanaan proyek.
"Kan mestinya harus ada dari nasional, kahar kan. Tapi kan belum ada. Jadi kami ikut saja," ujarnya.
Selain memastikan kondisi biaya proyek masih terkendali, Basuki juga menyatakan bahwa pasokan material konstruksi untuk pembangunan IKN masih berjalan normal. Hingga kini, Otorita IKN belum menerima laporan terkait kelangkaan bahan bangunan maupun kenaikan harga yang berpotensi mengganggu pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Baca juga: Gugatan UU IKN Ditolak MK, PSI Bilang Begini
"Belum ada, belum ada komplain itu (soal suplai dan harga material)," ujarnya.
Pembangunan IKN sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang digagas sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur. Proyek ini mencakup pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan, kantor lembaga negara, infrastruktur dasar, jaringan transportasi, kawasan hunian aparatur sipil negara (ASN), hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Sejak tahap awal pembangunan dimulai, pemerintah menargetkan IKN tidak hanya menjadi pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga kota masa depan yang mengusung konsep kota hijau, kota pintar, dan berkelanjutan. Karena skala proyek yang besar dan berlangsung dalam beberapa tahap, stabilitas pasokan material serta kepastian pembiayaan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran pembangunan.
Di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, pemerintah terus memantau perkembangan proyek agar target pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal. Sejauh ini, Otorita IKN memastikan bahwa pelemahan rupiah belum berdampak langsung terhadap aktivitas konstruksi maupun kebutuhan logistik di kawasan ibu kota baru.
Baca juga: Mensesneg Tegaskan Proyek IKN Tetap Jalan, Keppres Pemindahan Tunggu Infrastruktur Siap
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-di-Bandara-IKN_4.jpg)