Sabtu, 2 Mei 2026

Mudik Lebaran 2020

Pemudik Harus Dilengkapi Surat Sehat Jika Ingin Kembali ke Jakarta

Pendatang atau pemudik yang menuju Jakarta saat arus balik lebaran diizinkan masuk jika dinyatakan bebas atau negatif Covid-19

Tayang:
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota, Balairung, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). 

Menurut Anies, warga yang nekat mudik lebaran, tak akan bisa cepat kembali ke Jakarta.

"Bila Anda pulang, belum tentu bisa kembali ke Jakarta dengan cepat, jadi hati-hati," imbau Anies Baswedan, dikutip dari YouTube Kompas TV, Minggu (3/5/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2020) malam.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2020) malam. (Dok. Pemprov DKI)

Pemprov DKI Jakarta akan segera mengeluarkan peraturan pembatasan akses masuk ke Jakarta.

"Kita sedang menyiapkan regulasinya, kalau sudah selesai akan dikeluarkan."

"Akan ada pembatasan amat ketat untuk masuk di Jakarta," tegas Gubernur DKI Jakarta ini.

Baca: Pengendara Langgar PSBB di Jakarta Nyaris 40 Ribu, Mayoritas Pelanggar Tidak Pakai Masker

Baca: Achmad Yurianto Sebut PSBB Nasional Tak Perlu, Epidemiolog: Kalau Ingin Indonesia Pulih Bulan Juli

Baca: Dukung PSBB Tangerang, Sejumlah RT/RW Perumahan Medang Lestari Dirikan Pos Cek Poin Covid-19

Pemprov DKI Jakarta tak hanya melarang, namun juga berjanji bagi warga yang kehilangan pekerjaan tapi tidak mudik, maka akan diberikan bantuan.

Pembatasan dan janji bantuan diharapkan bisa membuat warga tetap berada di Jakarta selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Larangan Mudik oleh Jokowi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, pemerintah melarang semua masyarakat untuk mudik.

Keputusan tersebut diambil Jokowi, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona ke berbagai daerah.

"Mudik semuanya akan kita larang, oleh sebab itu persiapan-persiapan yang berkaitan dengan ini harus mulai disiapkan," ujar Jokowi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (21/4/2020).

Baca: 5 Fakta Mbah Minto, Nenek dari Klaten yang Viral Gara-gara Video Gagal Mudik, Dapat THR dari Ganjar

Baca: VIDEO 18 Pekerja Migran India Diamankan Polisi setelah Nekat Mudik dengan Numpang Truk Molen

Baca: 1.030 Pengendara Sepeda Motor Batal Mudik, Terbanyak Kena Razia di Bekasi dan Karawang

Keputusan Jokowi tersebut berdasarkan hasil kajian di lapangan, yang menunjukkan banyaknya orang yang akan mudik.

"Hasil kajian di lapangan, dari survey yang dilakukan Kementerian Perhubungan, disampaikan bahwa yang tidak mudik 68 persen, yang bersikeras mudik 24 persen, yang sudah mudik 7 persen."

"Artinya masih ada angka yang sangat besar yaitu 24 persen tadi," jelasnya.

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas virtual tentang ketahanan pangan dan larangan mudik Lebaran 2020, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan terkait larangan mudik Lebaran 2020 bagi seluruh warga Indonesia. TRIBUNNEWS/HO/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas virtual tentang ketahanan pangan dan larangan mudik Lebaran 2020, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan terkait larangan mudik Lebaran 2020 bagi seluruh warga Indonesia. TRIBUNNEWS/HO/BIRO PERS (TRIBUN/HO/BIRO PERS)

Pertimbangan selanjutnya, pemerintah juga sudah menerapkan jaring pengaman sosialnya untuk menghadapi pandemi virus corona.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved