Breaking News:

Pembobol BNI Ditangkap

Yasonna Laoly Cerita Rasa Khawatirnya Saat Jemput Maria Pauline Lumowa: Saya Berdoa Sepanjang Hari

Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly menceritkan kisahnya saat menjemput buronan pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa di Serbia.

Dokumentasi/Humas Kemenkumham
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersama buron pelaku pembobilan BNI Maria Pauline Lumowa yang diekstradisi dari Serbia, Rabu (8/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly mengaku sempat merawa was-was jelang penjemputan buronan Maria Pauline Lumowa.

Yasonna mengatakan, penjemputan dari Serbia terhadap Maria Pauline Lumowa yang merupakan pembobol Bank BNI pada 2003 dilakukan di menit-menit terakhir.

Pasalnya, penjemputan dilakukan seminggu sebelum tenggat waktu masa tahanan Maria Pauline Lumowa di Serbia berakhir.

Berdasar keputusan pengadilan Serbia, kata Yasonna, masa tahanan Maria akan berakhir pada 16 Juli 2020.

"Ini terakhir 16 Juli 2020 harus diekstradisi, kalau tidak demi hukum dia harus bebas," kata Yasonna saat berbincang di Rosi, Kompas Tv, Kamis (9/7/2020).

Baca: Belum Diperiksa, Maria Lumowa Alami Jet Lag dan Diistirahatkan di Bareskrim Polri

Baca: Maria Pauline Lumowa Ditangkap Setelah Buron 17 Tahun, Mahfud Apresiasi Kerja Senyap Yasonna Laoly

Menjelang satu minggu sebelum masa tahanan berakhir, Yasonna juga harus dihadapkan dengan persoalan covid-19.

Terlebih situasi di Serbia tak beda jauh dengan Indonesia yang melakukan pembatasan akses keluar masuk negara.

Yasonna menceritakan, akses masuk ke Serbia sempat dibuka beberapa waktu yang lalu.

Namun karena adanya lonjakan kasus, maka Serbia mengumumkan adanya penutupan akses masuk ke negara itu.

Kepanikannya dimulai ketika di atas pesawat dalam perjalanan ke Serbia, dia menerima kabar terkait penutupan akses masuk kesana.

Halaman
123
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved