Jumat, 29 Agustus 2025

Covid-19 Melonjak Lagi, Hong Kong Larang Warganya Kumpul Lebih dari 2 Orang & Makan di Restoran

Hong Kong ketatkan aturan di negaranya demi menekan wabah penyebaran virus corona semakin meluas.

Penulis: Inza Maliana
Bloomberg via SCMP
Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berjalan di distrik Kwun Tong Hong Kong pada 23 Januari. 

TRIBUNNEWS.COM - Hong Kong telah melarang pertemuan lebih dari dua orang karena negara-negara di seluruh dunia mencoba mengendalikan wabah Covid-19.

Mereka juga melarang warganya makan di restoran dan mewajibkan peraturan untuk mengenakan masker di tempat-tempat umum.

Hal itu setelah lonjakan kasus virus corona yang ditransmisikan secara lokal terjadi selama tiga minggu terakhir.

Pihak berwenang Hong Kong melaporkan 145 kasus pada Senin kemarin, dimana 142 kasus yang ditularkan secara lokal.

Langkah-langkah itu mulai berlaku pada Rabu (28/7/2020).

Gelang Pelacak Elektronik Digunakan Hong Kong untuk Pantau Kedatangan Pelancong dari Eropa dan AS. Wisatawan yang masuk menerima gelang elektronik di Bandara Internasional Hong Kong.
Gelang Pelacak Elektronik Digunakan Hong Kong untuk Pantau Kedatangan Pelancong dari Eropa dan AS. Wisatawan yang masuk menerima gelang elektronik di Bandara Internasional Hong Kong. (SCMP/Emily Tsang)

Baca: Hong Kong Berlakukan Denda Rp9,3 Juta Bagi Warga Tak Pakai Masker di Kendaraan Umum

Diketahui, langkah tersebut merupakan pertama kalinya Hong Kong melarang warganya makan di restoran.

"Situasinya sangat mengkhawatirkan karena wabah saat ini adalah yang paling parah yang pernah dialami kota itu," ujar Kepala sekretaris Matthew Cheung, dikutip dari Sky News.

Cheung mengatakan langkah-langkah baru akan diberlakukan selama tujuh hari.

Wilayah itu, dengan populasi lebih dari tujuh juta, telah menghentikan layanan makan malam mulai jam 6 sore pada awal Juli.

Sebab kekhawatiran akan adanya gelombang ketiga infeksi.

Pihak berwenang mengizinkan restoran dan kafe berfungsi sepanjang hari seperti biasa.

Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berjalan di distrik Kwun Tong Hong Kong pada 23 Januari.
Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berjalan di distrik Kwun Tong Hong Kong pada 23 Januari. (Bloomberg via SCMP)

Baca: Bakal Dibuka, Disneyland Hong Kong Bakal Terapkan Protokol New Normal

Lebih dari 2.600 orang telah terinfeksi virus corona di Hong Kong sejak akhir Januari, dengan 20 di antaranya meninggal.

Langkah-langkah di Hong Kong datang ketika Daniel Andrews, perdana menteri negara bagian Victoria di Australia, mengatakan pendorong terbesar infeksi baru di sana adalah orang-orang yang terus bekerja setelah menunjukkan gejala.

Victoria melaporkan rekor 532 kasus pada Senin kemarin.

Melbourne, kota terbesar di negara itu, hampir setengah jalan dalam lockdown enam minggu yang ditujukan untuk mencegah penyebaran virus oleh masyarakat.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan