Breaking News:
DPR RI

Anggaran Pembangunan Sudah Cair, Komisi V Tinjau Waduk dan Pelabuhan di Kabupaten Ngada

Komisi V meninjau langsung rencana lokasi pembangunan waduk dan melihat dari dekat fasilitas Pelabuhan Aimere, Kab Ngada di NTT, Jumat (14/10/2016).

Dok. DPR
Delegasi Komisi V yang dipimpin Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis, Jumat (14/10/2016) mendatangi langsung kampung tempat rencana pembangunan waduk dan fasilitas Pelabuhan Aimere, Kabupaten Ngada di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi V meninjau langsung rencana lokasi pembangunan waduk dan melihat dari dekat fasilitas Pelabuhan Aimere, Kabupaten Ngada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagian besar anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ngada sudah dicairkan.

Tidak hanya untuk pembangunan akses jalan, untuk pembangunan waduk pun anggarannya sudah disiapkan.

Dan pembangunan waduk dipandang sangat penting oleh Pemda setempat untuk mengatasi kesulitan akses air bersih.

Di Kampung Wawa, Desa Kaligejo, tepat di lembah perbukitan, akan dibangun waduk bagi warga setempat.

Lokasinya sangat terisolir di tengah topografi yang berbukit dengan akses jalan yang sangat sulit dilalui.

Delegasi Komisi V yang dipimpin Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis, Jumat (14/10/2016) mendatangi langsung kampung tempat rencana waduk ini dibangun.

"2017 akan diadakan studi kelayakan atas lokasi waduk ini. Kelak waduk ini bisa menampung 25 sampai 50 meter kubik air. Dan butuh waktu sekitar tiga tahun untuk merampungkan waduk tersebut. Dan sebelum waduk terbangun, akan dibangun sementara tiga embung. Komisi V tinggal menunggu laporan hasil studi kelayakan, setelah itu baru diputuskan," jelas Fary.

Setelah melihat lokasi waduk, delegasi Komisi V juga menyempatkan diri melihat Pelabuhan Aimere.

Pelabuhan penyeberangan ini masih sangat minim fasilitas, belum ada terminal penumpang yang secara permanen dibangun.

Dibutuhkan anggaran dan perencanaan kembali untuk membangun pelabuhan menjadi lebih baik.

Fary menambahkan, semua tinjauan ini menjadi catatan penting bagi Komisi V untuk dibicarakan dengan kementerian terkait.

Para anggota Komisi V yang ikut meninjau adalah Sadarestuwati, Saifullah Rasyid, Sahat Silaban, dan Syahrulan Pua Sawa. (Pemberitaan DPR RI) 

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved