DPR RI

Berita Parlemen

Pemprov Sumsel Sudah Maksimal Atasi Karhutla

Merespon kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah berusaha maksimal mengatasi karhutla.

Pemprov Sumsel Sudah Maksimal Atasi Karhutla
DPR-RI
Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI yang dipimpin Hasan Aminuddin dengan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, di Palembang. 

TRIBUNNEWS.COM - Merespon kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah berusaha maksimal mengatasi karhutla.

Artinya, dengan lahan yang sangat luas dan keterbatasan personel, plus cuaca panas, memang tidak semua karhutla bisa diatasi. Setidaknya, Pemprov Sumsel sudah berusaha maksimal mengurangi karhutla yang merugikan lingkungan dan masyarakat.

Demikian terungkap dalam pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI yang dipimpin Hasan Aminuddin dengan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, di Palembang, Kamis (7/11/2019).

Hingga November 2019 titik api yang terpantau di Sumsel mencapai 15 ribu dengan luas lahan terbakar lebih dari 361 ribu hektar. Sementara personel pemadam karhutla dari TNI/Polri sangat terbatas.

Baca: Pemerintah Harus Usut Tuntas Desa Fiktif Penerima Dana Desa

"Untuk itulah kita ingin mendengar masukan dari Pemprov soal bagaimana teknis mengatasi karhutla," kata Hasan.

Wakil Gubernur Sumsel sempat mengawali pertemuan dengan cerita kunjungan Gubernur Sumsel Herman Deru ke Malaysia. Saat berada di Malaysia ia diprotes salah satu rajanya karena asap dari Sumatera membuat negeri jiran itu gelap.

Herman Deru menjawab lugas bahwa justru yang membakar hutan di Sumatera adalah para pengusaha Malaysia. Jawaban itu membuat para petinggi Malaysia terdiam.

Sementara itu, Polri sudah menetapkan tersangka 41 perorangan dan 1 korporasi yang terlibat karhutla di Sumsel. Di musim kemarau ini sumber-sumber air mengering. Padahal, sangat dibutuhkan untuk memadamkan karhutla.

Baca: Komisi I Panggil Menhan Pekan Depan

Anggota Komisi IV DPR RI asal Sumsel Riezky Aprilia mengungkapkan, perlu ada sinergi masyarakat dari level desa hingga pemerintah pusat untuk mengatasi Karhutla.

"Di Sumsel dulu menghirup asap sudah biasa. Membuka lahan dengan membakar juga biasa dilakukan karena paling murah. Penyuluhan kepada masyarakat tampaknya bukan solusi," kata Kiki sapaan akrab Riezky Aprilia.

Anggota Komisi IV DPR RI lainnya, Haerudin berharap, masyarakat perlu diberi akses peralatan pemadam karhutla agar kebakaran bisa segera teratasi. Kabupaten Ogan Kemering Ilir adalah wilayah terluas karhutla di Sumsel. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved