DPR RI

Komisi VIII DPR: Indonesia Punya Modal Sosial Besar Lawan Covid-19

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa pandemi Covid-19 bukan semata masalah bagi Indonesia, tetapi seluruh dunia. Indones

Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa pandemi Covid-19 bukan semata masalah bagi Indonesia, tetapi seluruh dunia. Indonesia pun dinilai memiliki modal sosial yang sangat besar untuk melawan pandemi Covid-19, sehingga harus dilawan melalui sisi kemanusiaan. 

“Masalah Covid-19 ini bukan hanya masalah Indonesia, tetapi juga dunia. Semua sepakat yang harus kita ke depankan dalam konteks penangganan Covid-19 adalah pendekatan kemanusiaan. Covid-19 tidak mengenal negara, suku, agama, kaya, miskin semua berpotensi terkena Covid-19,” ujar Ace Hasan dalam rilis yang diterima Parlementaria, Jumat (22/5/2020).

Baca: Kuasa Hukum Bahar Bin Smith Desak DPR Panggil Yasonna Laoly dan Dirjen PAS

Politisi Partai Golkar itu juga menilai bahwa masyarakat global juga berpandangan sama tentang tingginya modal sosial yang dimiliki Indonesia. Sehingga ini adalah bekal utama yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan modal sosial yang dimiliki Indonesia, Ace Hasan optimis Indonesia dapat segera melewati badai Covid-19.

Baca: Rektor UNJ dan Pejabat Kemendikbud Ditangkap KPK, Ini Tanggapan Komisi X DPR

“Beberapa hari lalu saya membaca koran. Ada satu hal yang menggembirakan sesungguhnya. Ternyata Indonesia memiliki modal sosial yang cukup tinggi. Menurut Legatum Prosperity Index, pada tahun 2019 lalu, modal sosial Indonesia berada pada urutan kelima setelah negara-negara Skandinavia yang dikenal memiliki tingkat welfare state (kesejahteraan negara), Norwegia, Denmark, Eslandia dan Finlandia," jelasnya.

Baca: Setelah Pandemi Covid-19, Komisi VI Sarankan Pemerintah Buat Program Ruralisasi

Adapun modal sosial yang dimaksud adalah menggunakan beberapa tolok ukur seperti sikap saling mempercayai, saling menghormati, saling tolong menolong, solidaritas sosial, dan gotong royong.. Hal serupa terjadi di tahun 2018 lalu, Indonesia pun didaulat menjadi negara paling dermawan oleh Charities Aid Foundation melalui World Giving Index dalam hal pertolongan kepada warga asing, donasi uang dan kesediaan menjadi sukarelawan. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved