Belajar dari Pemilu Serentak 2024: Pilpres dan Pilkada Diusulkan Ada Jeda 2 Tahun
Titi Anggraini mengusulkan penyelenggaraan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) nasional diberi jeda dua tahun.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Dewi Agustina
Kata dia, rentang waktu antara Pilkada dengan Pilpres dan Pileg di 2024 kemarin cukup dekat dan terkesan mepet.
Jarak waktu yang terlalu dekat antara penyelenggaraan Pemilu serentak dan Pilkada serentak, ujarnya.
Di mana, kata dia, saat proses tahapan Pilpres dan Pileg serentak belum sepenuhnya selesai, namun gelaran Pilkada sudah dimulai.
Hal itu ditandai dengan digelarnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang waktunya berdekatan dengan proses pemilihan kepala daerah.
Tahapan Pemilu serentak belum selesai secara keseluruhan.
"Kita harus berjibaku dengan tahapan Pilkada yang sudah dikickoff, sudah dimulai, dan ini mau tidak mau menambah daya konsentrasi yang kita lakukan, terutama jajaran penyelenggara permanen tingkat provinsi, kabupaten, kota," ungkap Afif.
Tak hanya itu, faktor cuaca juga disinyalir menjadi salah satu kendala lainnya.
Pasalnya, kondisi cuaca di saat Pilkada yang jatuh pada November sangat tidak menentu.
Hal itu, kata dia, turut memberikan dampak pada distribusi logistik untuk keperluan Pilkada.
“Tentu ini juga berkontribusi terhadap situasi konsolidasi di internal dan seterusnya meskipun bisa kita siapkan semua. Jadi pada intinya, beban kerja penyelenggara jadi lebih berat,” ujarnya.
Lebih jauh, Afif juga menyatakan atmosfer panasnya Pilpres dan Pileg yang berdekatan dengan Pilkada juga memiliki andil tersendiri terhadap gelaran Pilkada.
Kata dia, jelang pemungutan suara untuk Pilkada, banyak tersiar hoaks di media sosial sehingga perlu adanya upaya lebih dalam memberikan pemahaman kepada publik.
Meski dihadapkan dengan adanya tantangan, Afif memastikan penyelenggaraan Pilkada 2024 yang perdana digelar serentak kemarin berjalan lancar.
Tahun 2024 menjadi tahun politik di mana masyarakat masih terbawa isu di pemilu nasional, Pilpres, Pileg, dan seterusnya.
Ini juga menghangatkan situasi Pilkada dan maraknya informasi hoaks di media sosial ini juga menyemarakan Pilkada kita.
“Perlu upaya masif untuk memberikan pendidikan pemilih kepada masyarakat,” tukas dia.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Titi Anggraini Ingatkan DPR Segera Revisi UU Pemilu: Jika Tidak, Gugatan ke MK Terus Bertambah |
![]() |
---|
Drama Pilkada Barito Utara Belum Juga Usai Setelah Pilkada Ulang, Ada Gugatan Lagi di MK |
![]() |
---|
Momen Beberapa Kali Prabowo Gebrak Podium: Dulu di Kampanye Pilpres 2019, Kini di Sidang Tahunan MPR |
![]() |
---|
Antara Jokowi dan Anies: Tom Lembong Cerita Momen yang Mengubah Arah Hidupnya |
![]() |
---|
Sekjen Demokrat Bantah Beri Sinyal AHY Siap Maju di Pilpres 2029 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.