Senin, 1 September 2025

Belajar dari Pemilu Serentak 2024: Pilpres dan Pilkada Diusulkan Ada Jeda 2 Tahun

Titi Anggraini mengusulkan penyelenggaraan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) nasional diberi jeda dua tahun.

Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
Grafis Tribunnews/Gilang Putranto
JEDA PEMILU - Ilustrasi Pemilu 2024. Anggota Dewan Perludem sekaligus Ahli hukum Pemilu Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Titi Anggraini mengusulkan penyelenggaraan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) nasional diberi jeda dua tahun. 

Kata dia, rentang waktu antara Pilkada dengan Pilpres dan Pileg di 2024 kemarin cukup dekat dan terkesan mepet.

Jarak waktu yang terlalu dekat antara penyelenggaraan Pemilu serentak dan Pilkada serentak, ujarnya.

Di mana, kata dia, saat proses tahapan Pilpres dan Pileg serentak belum sepenuhnya selesai, namun gelaran Pilkada sudah dimulai.

Hal itu ditandai dengan digelarnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang waktunya berdekatan dengan proses pemilihan kepala daerah.

Tahapan Pemilu serentak belum selesai secara keseluruhan.

"Kita harus berjibaku dengan tahapan Pilkada yang sudah dikickoff, sudah dimulai, dan ini mau tidak mau menambah daya konsentrasi yang kita lakukan, terutama jajaran penyelenggara permanen tingkat provinsi, kabupaten, kota," ungkap Afif.

Tak hanya itu, faktor cuaca juga disinyalir menjadi salah satu kendala lainnya.

Pasalnya, kondisi cuaca di saat Pilkada yang jatuh pada November sangat tidak menentu.

Hal itu, kata dia, turut memberikan dampak pada distribusi logistik untuk keperluan Pilkada.

“Tentu ini juga berkontribusi terhadap situasi konsolidasi di internal dan seterusnya meskipun bisa kita siapkan semua. Jadi pada intinya, beban kerja penyelenggara jadi lebih berat,” ujarnya.

Lebih jauh, Afif juga menyatakan atmosfer panasnya Pilpres dan Pileg yang berdekatan dengan Pilkada juga memiliki andil tersendiri terhadap gelaran Pilkada.

Kata dia, jelang pemungutan suara untuk Pilkada, banyak tersiar hoaks di media sosial sehingga perlu adanya upaya lebih dalam memberikan pemahaman kepada publik.

Meski dihadapkan dengan adanya tantangan, Afif memastikan penyelenggaraan Pilkada 2024 yang perdana digelar serentak kemarin berjalan lancar.

Tahun 2024 menjadi tahun politik di mana masyarakat masih terbawa isu di pemilu nasional, Pilpres, Pileg, dan seterusnya.

Ini juga menghangatkan situasi Pilkada dan maraknya informasi hoaks di media sosial ini juga menyemarakan Pilkada kita.

“Perlu upaya masif untuk memberikan pendidikan pemilih kepada masyarakat,” tukas dia.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan