Ibadah Haji 2019

Pesawat Pembawa Jemaah Haji ke Tanah Air Masih Sering Delay

Penundaan penerbangan alias delay masih menjadi persoalan saat pemulangan jemaah haji ke Tanah Air termasuk membuat jemaah

Pesawat Pembawa Jemaah Haji ke Tanah Air Masih Sering Delay
Surya/Habiburrohman
Jemah haji kloter pertama tiba di Bandara Internasional Juanda, Minggu (18/9/2016). Sebanyak 446 jemaah haji ini berasal dari Sumenep. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Penundaan penerbangan alias delay masih menjadi persoalan saat pemulangan jemaah haji ke Tanah Air termasuk membuat jemaah harus menunggu terlalu lama di bandara.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid di Kota Mekkah, Sabtu, mengatakan penundaan penerbangan masih banyak menjadi sesuatu yang dikeluhkan termasuk oleh jamaah yang kerap harus menunggu berjam-jam karena keterlambatan informasi yang diperoleh dari pondokan.

“Jadi untuk proses pemberangkatan jamaah dari Mekkah ke Jeddah itu diproses J-9 jadi jam take off dikurangi 9 itulah waktu pemberangkatan dari Mekkah ke Jeddah,” katanya.

Maka jika pemberitahuan “delay” atau penundaan itu dilakukan pada jam-jam setelah J-9 praktis petugas akomodasi tidak bisa menunda keberangkatan jamaah dari Mekkah untuk dapat menyesuaikan dengan jam berikutnya itu.

Baca: Top Scorer Real Madrid Tolak Kedatangan Neymar

Baca: VIDEO Aksi Perampokan Toko Emas di Magetan, Pelaku Diringkus Warga, Densus 88 Lakukan Penggeledahan

Baca: Kisah Pilu Ibu Datang ke Wisuda Putrinya yang Tewas Dalam Kecelakaan Maut : Harusnya Dia Disini!

“Jadi kalau mau pemberitahuan ‘delay’ itu dilakukan 24 jam sebelum take off kita masih bisa membicarakan dengan maktab dan juga dengan naqabah (perusahaan layanan transportasi),” katanya.

Ia mencontohkan, pemberitahuan “delay” dari maskapai baru diterima ketika jamaah sudah siap naik ke bus yang akan mengangkut mereka ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Jika hal tersebut terjadi maka pihaknya tidak bisa membatalkan perjalanan karena dari sistem e-hajj keberangkatan juga sudah harus segera dijalankan.

“Jadi kalau bus sudah datang jamaah sudah naik ya diberangkatkan,” katanya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan ke berbagai pihak terutama ke maskapai agar informasi terkait “delay” dapat diberitahukan setidaknya 24 jam sebelum keberangkatan jamaah menuju Jeddah.

“Kalau 24 jam sebelum take off baru kita bisa membicarakan kepada maktab dan menyesuaikan jadwal yang ada di ehajj itu,” katanya.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved