Ibadah Haji 2025
Tips Berhaji Sehat! Hindari Masalah Kesehatan yang Terjadi saat Rukun Haji, Mulai Tawaf hingga Wukuf
Tantangan kesehatan yang akan dihadapi jemaah saat melaksanakan rukun haji bagi jemaah lansia.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Imran Pambudi mengungkapkan, tantangan kesehatan yang akan dihadapi jemaah saat melaksanakan rukun haji.
Baca juga: Jemaah Indonesia Bakal Makan 127 Kali di Arab Saudi, Kemenag Minta Katering Pakai Bumbu Dalam Negeri
Untuk diketahui, Rukun haji adalah rangkaian ibadah yang wajib dilakukan agar haji sah.
Dimulai dari Ihram, berniat memulai ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram.
Lalu Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dilanjut dengan Thawaf Ifadah yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
Serta Sa'i yaitu berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali dan kemudian diakhiri dengan Tahallul dengan mencukur atau memotong sebagian rambut.
“Semua ini dilakukan dengan tertib yaitu melaksanakan rukun-rukun tersebut secara berurutan,” kata dia kepada wartawan Selasa (29/4/2025).
Karena padatnya kegiatan ibadah, lansia harus menjaga dan memperhatikan kesehatan baik sebelum berangkat maupun selama berada di Tanah Suci.
Wukuf di Arafah

ujar dr Imran, dimana cuaca ekstrem dengan suhu tinggi di Padang Arafah sering menyebabkan dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan pada lansia.
Lansia memerlukan tempat berteduh, hidrasi yang cukup, dan pengawasan medis.
Thawaf Ifadah

Prosesi ini sangat ramai di sekitar Ka'bah dapat meningkatkan risiko cedera, kelelahan, dan gangguan pernapasan akibat desakan jemaah, sehingga Lansia membutuhkan pendampingan dan alat bantu seperti kursi roda jika diperlukan.`
Sai

Sa'i merupakan aktivitas fisik yang intensif yaitu berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah, kegiatan ini dapat memicu kelelahan dan gangguan sendi pada lansia.
“Lansia dapat menggunakan alat bantu mobilitas atau istirahat di sela-sela sa’I bila diperlukan,” ucap dia.
Lontar Jumrah

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.