Ibadah Haji 2025
Jemaah Umrah Wajib Keluar Makkah dan Madinah, Begini Suasana Masjidil Haram Jelang Musim Haji
Arab Saudi batasi kunjungan ke Makkah dan Madinah selama musim haji. Jemaah umrah harus tinggalkan 2 kota suci. Bagaimana suasana di Masjidil Haram?
Penulis:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Tanda musim haji 1446H/2025M semakin terlihat. Arab Saudi pun bersiap menyambut pra tamu Allah yang akan menunaikan rukun Islam kelima ini.
Otoritas Arab Saudi menerapkan aturan ketat terkait mobilitas ke dua kota suci.
Baca juga: Awas! Jangan Tertipu Haji Tak Antre, Berhaji Tanpa Visa Resmi Terancam Denda Ratusan Juta&Deportasi
Pemerintah setempat melakukan pembatasan kunjungan ke Makkah dan Madinah selama musim haji dan upaya untuk melaksanakan haji tanpa izin (tasreh atau Visa) khusus haji.
Aturan visa haji ini mulai berlaku pada Selasa (29/4/2025) kemarin hingga akhir musim haji pada 10 Juni 2025.
Bagaimana suasana di Masjidil Haram Makkah jelang musim haji tahun ini?
Suasana Masjidil Haram Jelang Musim Haji 1446H/2025M
Menteri Agama Nasaruddin Umar yang bertolak ke Arab Saudi sejak 26 April silam menggambarkan suasana terkini di Masjidil Haram jelang musim haji.
Baca juga: Jemaah Tanpa Visa Haji Dilarang Masuk Makkah Mulai 29 April, Arab Saudi Berlakukan Denda
“Masjidil Haram tadi malam kosong, orang semuanya bisa mencium Kabah karena tidak ada orang umrah lagi. Sudah tidak ada (jemaah) umrah masuk. Semua yang bisa masuk adalah visa haji,” jelas Menag dalam keterangan pers kepada Media Center Haji 2025 di kota Makkah Selasa (29/4/2025).

Menag yang sebelumnya datang ke Arab Saudi mengikuti Konferensi Lembaga Hadis binaan Raja Salman di Madinahini menuju ke Makkah untuk umrah.
Menag menjelaskan bagaimana Saudi menerapkan aturan visa haji.
“(Saat ini), Tanpa visa haji tidak boleh masuk Haram. Anda lihat kan memasuki Haram tanpa visa haji tidak boleh. Kalau umrah, saat ini bukan waktunya untuk umrah. Turun dari bus dijemput. Kalau tidak ada visa haji disuruh kembali,” sambung Menag.
Menag mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri ke Arab Saudi tanpa visa haji.
Baca juga: Jelang Musim Haji, Aturan Visa Umrah Terbaru Diterapkan, Ini Jadwal Keberangkatan Jemaah Indonesia
Menag juga minta jemaah tidak tergiur dengan beragam iming-iming oknum yang menjanjikan saat ini bisa ke Makkah tanpa visa haji.
“Saya mengimbau kepada calon jemaah haji non reguler tidak formal, lebih baik berpikir. Sebab, Saudi Arabia tahun ini super ketat. Super super ketat,” tegas Menag Nasaruddin Umar di Makkah, Selasa (29/4/2025).
“Saya mengimbau kepada seluruh jemaah, mungkin ada yang menjanjikan bisa berhaji (tanpa visa haji), lebih baik menghindari dari pada nanti terlunta-lunta nasibnya di sini. Dioper ke sana ke mari, pesawat mau pulang juga tidak ada lagi, hotel sudah penuh semua, akhirnya terlantar di sini,” sambungnya.
“Tahun lalu beda dengan tahun ini. Sangat super ketat. Jadi lebih baik menghindari kemudaratan yang bisa terjadi. Kita niatnya mencari kepuasan batin malah justru memetik dosa karena mengutuk semuanya orang,” tegasnya lagi.
Kepada jemaah yang diberi kesempatan berangkat haji tahun ini, Menag berpesan agar dapat menjalankan ibadah dengan baik. Sebab, kesempatan untuk kembali menunaikan ibadah haji belum tentu ada.
“Orang yang (tahun ini) dipanggil Allah melalui jemaah haji yang formal ini, bersungguh-sungguhlah dalam melakukan ibadah dengan baik. Sebab, belum tentu bisa berhaji lagi di masa yang akan datang karena harus menunggu 48 tahun,” tandasnya.
Pesan Menag dari Masjidil Haram
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberi pesan kepada para petugas haji yang akan melayani para jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Nasaruddin berharap para petugas dapat memberi pelayanan terbaik kepada para jemaah.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin usai menjalani umrah di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (29/4/2025). Menag menjalani umrah bersama dengan para petugas haji yang telah tiba di Saudi pada gelombang pertama.

Usai umrah, Nasaruddin memberikan empat pesan kepada para petugas haji. Pertama, dia meminta para petugas haji menguatkan niat untuk melayani jemaah haji yang merupakan tamu Allah.
"Saya ingin pesankan empat pesan. Pertama adalah niat datang kita di sini ini. Lillahitaala, kita akan membantu tamu-tamunya Allah," ujar Nasaruddin.
Dia mengatakan jangan ada niat tak baik. Dia berharap para petugas memberi layanan dengan tulus.
"Jadi jangan pernah marah, jangan pernah mengeluh. Karena kalau orang mengeluh berhenti jadi ikhlas. Orang ikhlas itu tidak pernah capek," ujar Nasaruddin.
Kedua, dia meminta petugas haji menjaga persatuan. Dia mengatakan sinergi antarpetugas akan menjadi energi selama bertugas di Saudi.
"Jadilah pemaaf. Kekurangan teman-teman kita banyak. Jangan ada, wah kok saya sangat aktif, dia santai-santai aja. Itu justru hadiah dari Tuhan, kita diberikan kesempatan lebih aktif daripada teman-teman, tanpa pamrih itu hadiah dari Tuhan," ujarnya.
Ketiga, Nasaruddin meminta para petugas haji selalu disiplin. Dia mengatakan petugas tidak boleh hanya semangat di awal.
Terakhir, Nasaruddin meminta para petugas tidak saling menjelekkan. Dia meminta apa yang terjadi harus segera diselesaikan.
"Tidak ada kekecewaan yang bermalam ya," ujarnya.
Menag Nasaruddin saat ini sedang berada di Arab Saudi untuk menghadiri sejumlah agenda. Mulai dari pertemuan forum Yayasan Hadis hingga persiapan pelaksanaan ibadah haji.
300 Hotel untuk Penginapan Jemaah Indonesia di Mekkah dan Madinah

Sementara itu, persiapan penyambutan jemaah haji Indonesia gelombang pertama yang terbang ke Arab Saudi 2 Mei 2025 mendatang, berbagai layanan bagi jemaah haji Indonesia selama di Tanah Suci sudah siap.
“Sejauh ini kesiapan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di Arab Saudi, sudah siap. Sesuai arahan Menteri Agama, kita berupaya mempersiapkannya secara cermat dan teliti agar bisa memberikan layanan terbaik ke jemaah haji," ujar Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Muchlis M Hanafi melalui keterangan tertulis, Selasa (29/4/2025).
Kemenag sudah menyiapkan 205 hotel di Makkah dan 95 hotel di Madinah sebagai tempat tinggal jemaah haji Indonesia.
"Jadi akan ada 203.320 jemaah haji reguler yang akan kita layani di 300 hotel yang ada di Makkah dan Madinah," kata Muchlis.
“Untuk hotel di Makkah, jaraknya maksimum 4,5 km. Untuk di Madinah, semua hotel berada di wilayah Markaziyah,” tambahnya.
Terkait transportasi, Muchlis menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan layanan di tiga area.
Pertama, transportasi antar kota perhajian yang melayani rute Madinah – Makkah, Jeddah – Makkah, Makkah – Jeddah, dan Makkah – Madinah.
Kedua, bus shalawat yang akan mengantar dan menjemput jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya.
Ketiga, transportasi saat puncak proses ibadah haji di Arafah -Muzdalifah – Mina (Armina).
"Ini tiga area yang kita siapkan untuk pelayanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia," katanya.
Terkait layanan puncak ibadah haji, dari 8 sampai 13 Zulhijjah, Muchlis M Hanafi juga menegaskan bahwa itu sudah siapkan.
Kementerian Agama untuk kali pertama bekerja sama dengan 8 perusahaan dalam menyiapkan layanan bagi 203.320 jemaah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.