Ibadah Haji 2025
Anwar Abbas Minta Arab Saudi Tegas soal Kebijakan Haji Furoda, Agar Tak Banyak Pihak yang Dirugikan
Muhammadiyah menilai bahwa informasi yang diberikan Pemerintah Arab Saudi mengenai kebijakan haji furoda pada tahun ini, sangat terlambat.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, meminta pemerintahan Arab Saudi untuk bersikap tegas soal kebijakan haji furoda.
Pasalnya, informasi yang diberikan Pemerintah Arab Saudi mengenai haji furoda pada tahun ini dinilai sangat terlambat.
Anwar mengatakan, kejelasan soal kebijakan haji furoda itu dibutuhkan agar pengusaha penyedia layanan haji furoda tidak dirugikan.
"Karena itu semestinya ke depan Saudi harus bersikap jelas dan tegas. Sehingga para pengusaha travel bisa membuat perencanaan yang sebaik-baiknya," katanya, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (4/6/2025).
"Kalau kemarin itu sudah mepet waktunya, begitu ada informasi kemudian jemaah balik kanan kan. Sudah dari Ciputat rencana mau ke Mekkah, lalu akhirnya naik mobil ke Ciputat," ujarnya.
Anwar pun menilai, gagalnya jemaah haji furoda Indonesia berangkat ke Tanah Suci disebabkan karena adanya permasalahan dari Pemerintah Arab Saudi.
Menurut Anwar, keputusan mengenai pemberangkatan jemaah haji furoda itu, bukan tanggung jawab Pemerintah Indonesia.
"Jadi kalau kemarin ada masalah terlantarnya jemaah furoda ya, itu ada kaitannya dengan kesalahan pemerintah Arab Saudi itu, bukan kesalahan pemerintah Indonesia," kata Anwar.
Untuk diketahui, Indonesia mendapat kuota sebanyak 221.000 jemaah pada ibadah haji 2025.
Rinciannya, 203.320 untuk jemaah haji reguler dan 17.680 untuk jemaah haji khusus.
Sebelumnya, dikutip dalam pernyataannya di website resmi Amphuri, Ketua Umum DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M Nur, membenarkan pemerintah Saudi tidak menerbitkan visa haji Furoda tahun ini.
Baca juga: HNW: Ada 2 Ribuan Jemaah yang Daftar Haji Furoda Tahun 2025 tapi Visa Tidak Terbit
AMPHURI mendapatkan jawaban ini setelah mendatangi banyak pihak, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah di Makkah, Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, serta berkoordinasi dengan Ditjen PHU Kemenag.
Selain itu, mereka juga melakukan konfirmasi langsung ke sistem elektronik Masar Nusuk dan diperoleh jawaban lisan hingga tertulis, proses penerbitan visa sudah resmi ditutup oleh otoritas Arab Saudi sejak 27 Mei 2025.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief, juga memastikan Pemerintah Arab Saudi telah resmi menutup proses pembuatan visa untuk seluruh jemaah haji.
Penutupan ini berlaku untuk semua jenis visa, termasuk haji reguler, haji khusus, dan mujamalah.
"Saya sudah mendapat konfirmasi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bahwa proses pemvisaan sudah tutup per 26 Mei 2025, pukul 13.50 waktu Arab Saudi (WAS)," ujar Hilman Latief dalam keterangannya, Kamis (29/5/2025).
Apa Itu Visa Haji Furoda dan Berapa Biayanya?
Haji furoda adalah salah satu jalur non kuota untuk berangkat ke Tanah Suci dan visa ini berbeda dengan visa haji reguler ataupun visa haji khusus.
Sebab, visa haji furoda tidak menggunakan visa kuota resmi dari Pemerintah Indonesia, tetapi undangan khusus dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Sumber visa haji furoda berasal dari maktab amir (kantor pangeran Arab Saudi) atau undangan keluarga besar dari Kerajaan Arab Saudi.
Kantor keluarga Kerajaan Arab Saudi memiliki jatah undangan haji dengan jumlah tertentu dan kuota haji inilah yang digunakan untuk haji furoda.
Selanjutnya, maktab amir Arab Saudi bekerja sama dengan agen travel dan syarikat dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Untuk biaya haji furoda sendiri, pada 2025 ini berkisar Rp300 juta-Rp400 jutaan per orang.
Namun, harga tersebut tergantung juga pada jenis paket haji yang dipilih.
Biasanya, agen travel haji menawarkan dua opsi paket haji furoda, yakni standar dan premium yang dibedakan berdasarkan fasilitasnya.
Biaya haji furoda ini dihitung menggunakan kurs dollar Amerika Serikat (AS) dengan kisaran harga mulai 21.000 dollar AS per orang atau sekitar Rp340 jutaan.
"Tahun ini, mulanya biaya paket haji furoda termurah 19.000 dollar AS, tetapi ada isu kenaikan harga signifikan sebesar 2.000-3.000 dollar AS," kata Founder HajiFuroda.id, Mico Kelana, ketika dihubungi Kompas.com, Senin (2/6/2025).
Mico mengatakan, calon jemaah wajib membayar deposit sebesar 15.000 dollar AS atau sekitar Rp245 jutaan untuk mendaftar haji furoda di agen travel miliknya.
Sementara itu, agen travel haji furoda lainnya menawarkan biaya haji furoda dengan tenda VIP berkisar 28.000-30.000 dollar AS atau sekitar Rp453 jutaan hingga Rp485 jutaan per orang.
(Tribunnews.com/Rifqah/Fahdi Fahlevi) (Kompas.com/Krisda Tiofani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.