Minggu, 19 April 2026

Ibadah Haji 2026

Persiapan Jemaah Haji 2026, Pakar Ingatkan Cek Kesehatan 3 Bulan sebelum Berangkat

Dicky Budiman menegaskan pendekatan kesehatan haji harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sebelum, selama, hingga setelah ibadah berlangsung.

Tribunnews.com/Dewi Agustin
ILUSTRASI IBADAH HAJI - Persiapan ibadah haji tidak hanya soal fisik dan mental, tetapi juga kesiapan kesehatan yang matang sejak jauh hari sebelum keberangkatan. Pakar menegaskan pendekatan kesehatan haji harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sebelum, selama, hingga setelah ibadah berlangsung. 

Ringkasan Berita:
  • Persiapan kesehatan haji harus dilakukan menyeluruh sejak pra, selama, hingga pascaibadah
  • Pemeriksaan kesehatan komprehensif minimal tiga bulan sebelum keberangkatan sangat dianjurkan bagi jemaah
  • Penyakit kronis dominasi risiko jemaah, vaksinasi dan pencegahan infeksi jadi langkah penting

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Persiapan ibadah haji tidak hanya soal fisik dan mental, tetapi juga kesiapan kesehatan yang matang sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

Dokter, peneliti Global Health Security, dan pakar epidemiolog Dicky Budiman menegaskan bahwa pendekatan kesehatan haji harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sebelum, selama, hingga setelah ibadah berlangsung.

Ia menyebut konsep ini sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

“Pertama ya, saya ingin sampaikan bahwa secara prinsip pendekatan kesehatan haji ini mengacu pada continue of care yang namanya. Jadi pra, selama, dan pascaibadah haji,"ungkapnya pada Tribunnews, Sabtu (18/4/2026). 

Menurut Dicky, tahapan paling krusial dimulai dari fase pra-keberangkatan, terutama melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Ia menekankan bahwa screening dan pengendalian penyakit penyerta atau komorbid menjadi prioritas utama.

“Jadi yang perlu dilakukan adalah medical check-up comprehensive, minimal tiga bulan lah sebelum keberangkatan," imbaunya. 

Baca juga: Deretan Sosok Jemaah Haji Tertua 2026 di DIY-Jateng, Mbah Mardijiyono Asal Bantul Berusia 103 Tahun

Langkah ini penting mengingat mayoritas kasus sakit hingga kematian pada jemaah haji berkaitan dengan penyakit kronis.

Beberapa di antaranya seperti penyakit jantung, diabetes melitus, penyakit paru kronik, hingga gagal ginjal.

Tak hanya pemeriksaan, penyesuaian terapi juga perlu dilakukan agar kondisi jemaah benar-benar stabil sebelum berangkat.

Selain itu, penilaian kelayakan kesehatan untuk bepergian atau fitness to travel juga menjadi bagian penting dalam tahap ini.

Dicky mengungkapkan bahwa data terbaru menunjukkan dominasi penyakit kronis pada kasus jemaah haji.

Ia merujuk pada studi dalam dua tahun terakhir.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved