Jumat, 24 April 2026

Tata Cara Tawaf Haji, Jemaah Perlu Tahu Syarat Sah dan Sunahnya

Jemaah haji dan umrah diwajibkan untuk melakukan tawaf dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali. Berikut ini syarat sah dan sunah tawaf.

|
Tribunnews.com/Dewi Agustin
TAWAF - Jemaah haji tengah melaksanakan tawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (10/6/2025). - Jemaah haji dan umrah diwajibkan untuk melakukan tawaf dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali. Berikut ini syarat sah dan sunah tawaf. 

Ringkasan Berita:
  • Tawaf adalah rukun haji dan umrah dengan mengelilingi Ka'bah tujuh kali, dimulai dari Hajar Aswad dengan posisi Ka'bah di kiri.
  • Syarat sah tawaf meliputi suci, menutup aurat, di luar Hijr Ismail, serta memenuhi ketentuan putaran dan arah.
  • Sunah tawaf antara lain istilam, membaca doa, raml, dan idhthiba’ bagi laki-laki.
  • Jenis tawaf meliputi tawaf rukun, qudum, sunah, wada’, dan nazar.

TRIBUNNEWS.COM - Tawaf merupakan bagian dari rukun haji dan umrah yang wajib dikerjakan bagi jemaah haji atau umrah.

Tawaf dilakukan dengan bergerak mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Hajar Aswad dengan Kabah berada di sebelah kiri jemaah.

Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan agar ibadah tawaf sah maka setiap jemaah wajib memenuhi syarat-syarat sahnya.

Di antaranya suci dari hadas dan najis, menutup aurat, berada di luar area Hijir Ismail, dll.

Mengutip buku Manasik Haji dan Umrah 1447 H/2026 M oleh Kementerian Haji dan Umrah, berikut tata cara Tawaf beserta syarat dan sunahnya.

Syarat Sah Tawaf

  1. Suci dari hadas dan najis;
  2. Menutup aurat;
  3. Berada di dalam Masjidil Haram termasuk di area perluasan pada lantai dua, tiga, atau empat, meskipun dengan posisi melebihi ketinggian Ka'bah dan terhalang antara dirinya dengan Ka'bah;
  4. Memulai dan mengakhiri di hajar Aswad atau garis yang sejajar dengan hajar Aswad;
  5. Ka'bah berada di sebelah kiri;
  6. Di luar Ka'bah (tidak di dalam Hijir Ismail, karena Hijir Ismail adalah bagian Ka'bah);
  7. Mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran;
  8. Niat tersendiri, jika tawaf yang dia lakukan berdiri sendiri, tidak terkait dengan haji dan umrah.

Baca juga: Doa Setelah Tawaf Putaran 1 hingga 7, Waktu Mustajab Memohon kepada Allah

Sunah-sunah Tawaf

  • a. Memegang Hajar Aswad, menciumnya, serta meletakkan jidat di atasnya pada awal tawaf. Namun semua sunah ini tidak dianjurkan bagi perempuan kecuali jika tempat tawaf lengang. Jika tidak memungkinkan, cukup semua itu dilakukan dengan isyarah melalui tangan kanan.
  • b. Membaca doa ma'tsur pada saat memulai tawaf setelah istilām sambil mengangkat tangan:

بسم الله والله أكبر، اللهم إيمانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكُتَابِك،َ وَفَاءَ بِعَهْدِك،َ واتَّبَاعًا لسُنَّةِ نَبِ كَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى و الله عليه وسلم

Bismillāhi wallāhu akbar, Allāhumma īmānan bika wa taṣdīqan bikitābika, wa wafā’an bi ‘ahdika, wattibā‘an lisunnati nabiyyika sayyidinā Muḥammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, dan Allah Maha Besar. Ya Allah, aku beribadah atas dasar iman kepada-Mu, membenarkan Kitab-Mu (Al-Qur'an), menepati janji kepadaMu, dan karena mengikuti Sunnah Nabi-Mu, junjungan kami Muhammad SAW."

  • c. Melakukan raml (berjalan cepat) bukan berlari bagi kaum lelaki dan tidak membuat lompatan pada putaran pertama sampai ketiga, dan berjalan biasa pada putaran selanjutnya;
  • d. Melakukan idhthiba' bagi laki-laki, yaitu meletakkan bagian tengah selendang di bawah bahu kanan, sedangkan kedua ujungnya diletakkan di atas bahu kiri, sehingga bahu kanan terbuka dan bahu kiri tertutup;
  • e. Mendekat pada Ka'bah bagi kaum laki-laki jika sekeliling Ka'bah tidak dalam kondisi penuh sesak dan membuatnya menderita, sedangkan bagi kaum perempuan disunahkan menjauh dari Ka'bah;
  • f. Berjalan kaki bagi yang mampu; bagi yang tidak mampu dapat menggunakan kursi roda atau skuter matik atau mobil golf;
  • g. Mengusap rukun Yamani, yaitu salah satu sudut Ka'bah sebelum Hajar Aswad.

Tata Cara Tawaf Haji/Umrah (Tawaf Ifadah)

1. Memulai dari Hajar Aswad

Tawaf dimulai dengan memulai dari Hajar Aswad, yaitu sudut Ka'bah yang berada di sebelah timur. 

Jemaah memulai tawaf dengan menyentuh atau mencium Hajar Aswad sebagai tanda dimulainya ibadah tawaf. 

“Dari Abis bin Rabi’ah (diriwayatkan) ia berkata: aku melihat Umar ra. datang kepada Hajar Aswad seraya berkata: Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau itu batu, andaikata aku tidak melihat Rasulullah saw mengecup engkau, pastilah aku segan mengecupmu. Kemudian ia mendekat lalu mengecupnya.” (HR al-Bukhari).

2. Membaca Takbir

Setelah menyentuh atau mencium Hajar Aswad, dilanjutkan dengan bertakbir: “Bismillahi wallahu akbar”.

3. Berlari Kecil

Untuk tawaf qudum (tawaf umrah) supaya berlari-lari kecil 3 (tiga) kali putaran dan berjalan biasa 4 (empat) kali putaran berikutnya.

“Dari Salim dari saudaranya r.a. (diriwayatkan), ia berkata: Saya melihat Rasulullah saw, tatkala sampai di Mekah, beliau mengusap Hajar Aswad ketika pertama kali tawaf, yang pertama beliau berlari-lari kecil tiga kali di antara tujuh putaran.” (HR. Bukhari).

4. Berdoa sesuai Kebutuhan

Dalam tawaf tidak ada ketentuan membaca do’a-do’a tertentu untuk setiap kali putaran, jadi jamaah boleh berdo’a apa saja sesuai hajat yang diinginkan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved