Ibadah Haji 2026
Disorientasi Bisa Pulih 24-48 Jam, Pendamping Diimbau Tak Tinggalkan Jemaah Sendirian
Disorientasi pada jemaah haji lansia umumnya dapat pulih dalam waktu 24 hingga 48 jam apabila ditangani dengan cepat dan tepat.
Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Plt Kepala Pusat Kesehatan Haji RI (Kapuskeshaj), dr Dani Pramudya mengatakan, disorientasi pada jemaah haji lansia umumnya dapat pulih dalam waktu 24 hingga 48 jam apabila ditangani dengan cepat dan tepat.
Diketahui, disorientasi merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kebingungan terhadap waktu, tempat, atau orang di sekitarnya.
Beberapa faktor yang menyebabkan jemaah haji mengalami disorientasi adalah cuaca ekstrem, kelelahan fisik, hingga perubahan lingkungan.
Menurut dr Dani, proses pemulihan atau recovery pada jemaah haji yang mengalami disorientasi tidak cukup hanya dengan istirahat. Namun juga harus dibarengi dengan asupan makanan yang baik dan kebutuhan cairan yang tercukupi.
"Selain istirahat, asupan makanan juga harus benar-benar dijaga dan banyak minum," ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH), Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, hidrasi yang cukup membantu jemaah memulihkan orientasi terhadap lingkungan sekitarnya.
Setelah kondisi membaik, jemaah juga dianjurkan mulai berlatih mengenali lingkungan sekitar secara bertahap. Misalnya keluar hotel, berjalan pelan-pelan, hingga melihat area sekitar pemondokan.
"Dalam dua hari, orientasi jemaah tersebut kembali pulih dan sudah mengetahui lingkungan sekitar," lanjutnya.
Secara bertahap, jemaah juga dapat mulai diajak ke Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah umrah ringan sebelum kembali beristirahat.
Aktivitas fisik ringan dan latihan kecil secara rutin dinilai penting agar kondisi jemaah kembali fit menjelang puncak ibadah haji di Arafah.
Sehingga nanti pas di puncaknya haji saat wukuf di Arafah, jemaah sudah kembali fit dan bisa melaksanakan ibadah dengan baik," ucap dr Dani.
Ia juga mengingatkan pendamping maupun teman kamar agar tidak meninggalkan jemaah haji yang mengalami disorientasi sendirian.
Pendamping diminta terus berada di dekat jemaah untuk membantu mengingatkan lokasi, situasi, serta orang-orang yang berada di sekitarnya.
"Jangan ditinggal. Harus tetap ada di samping jemaah tersebut," tegasnya.
Baca juga: Disorientasi dan Demensia pada Jemaah Haji, Apa Bedanya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ibadah-Haji-2026789.jpg)