Penculikan WNI di Nigeria Diduga Bermotif Persaingan Bisnis
Kepolisian RI terus berkoordinasi dengan Interpol setempat agar bisa membebaskan seorang Warga Negara Indonesia (WNI)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI terus berkoordinasi dengan Interpol setempat agar bisa membebaskan seorang Warga Negara Indonesia (WNI), Masadi (43), yang diculik kelompok bersenjata di Negeria, pada 23 Oktober 2011 lalu.
Penculikan yang menimpa WNI yang bekerja sebagai staf pemasaran perusahaan farmasi ternama di Nigeria, Orange Drugs Company, ini diduga bermotif persaingan bisnis.
"Dugaan sementara, persaingan bisnis. Kan dia (korban) staf marketing. Kemungkinan persaingan usaha. Karena kasus penculikan seperti ini jarang terjadi di sana," kata Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/11/2011).
Masadi yang merupakan mantan staf KBRI di Nigeria diculik oleh empat orang bersenjata dari tempat tinggalnya di kota Kano, yang berjarak 1.000 km dari ibukota Nigeria, Lagos, pada 23 Oktober 2011. Penculik yang diduga geng kriminal itu meminta tebusan 500 ribu dolar Amerika Serikat (AS). Jika melapor ke polisi, Masadi diancam dibunuh.
Atas penculikan WNI di luar negeri ini, Polri juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dalam upaya pembebasan Masadi.
Selain itu, Polri hanya baru bisa mengirim surat ke Interpol di Nigeria untuk meminta masukan mengenai kejadian yang sebenarnya. "Sedang kami kembangkan," tukasnya.