Kremlin Sebut Ada Upaya Jatuhkan Orban Jelang Pemilu Hungaria
Rusia menuduh sejumlah pihak di Uni Eropa berusaha menggagalkan kemenangan Viktor Orban dalam pemilu Hungaria.
Ringkasan Berita:
- Rusia menuduh sejumlah pihak di Uni Eropa berusaha menggagalkan kemenangan Viktor Orban dalam pemilu Hungaria.
- Tuduhan ini muncul setelah bocoran percakapan Orban dan Vladimir Putin serta kritik dari pejabat AS terhadap EU.
- Orban tetap mendapat dukungan dari Rusia dan AS meski hubungannya dengan EU dan isu Ukraina memicu kontroversi.
TRIBUNNEWS.COM - Russia pada Rabu (8/4/2026) menyatakan bahwa sejumlah kekuatan politik di European Union menentang upaya terpilih kembali Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dan berusaha membantu lawan-lawannya.
Dilaporkan Reuters, pernyataan Kremlin ini muncul sehari setelah Wakil Presiden AS JD Vance, saat berada di Budapest, menuduh Uni Eropa melakukan campur tangan yang “memalukan” dalam pemilu 12 April, yang menurut banyak survei dapat mengakhiri 16 tahun kekuasaan Orban.
“Banyak kekuatan di Eropa, banyak kekuatan di Brussel, tidak ingin Orban menang lagi dalam pemilu,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov saat menanggapi transkrip yang bocor dan dipublikasikan oleh Bloomberg, yang berisi percakapan tahun lalu antara Orban dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Ini sudah diketahui umum, sangat jelas, dan tentu saja mereka mendukung pihak-pihak yang secara politik menentang Orban serta percaya bahwa publikasi materi tersebut dapat merugikannya,” ujar Peskov kepada wartawan.
Namun, ia tidak memberikan bukti bahwa pejabat Uni Eropa terlibat dalam kebocoran tersebut. Seorang juru bicara Komisi Eropa menegaskan, “Pemilu adalah sepenuhnya pilihan warga negara.”
Presiden AS Donald Trump secara terbuka mendukung upaya Orban untuk terpilih kembali, sikap yang kembali ditegaskan oleh Vance di Budapest. Orban, seorang nasionalis, juga mempertahankan hubungan hangat dengan Putin meskipun terjadi perang di Ukraine dan upaya Uni Eropa untuk mengisolasi Rusia melalui sanksi ekonomi.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.505, SBU Ungkap Rusia Pakai Router Wi-Fi untuk Spionase
Hungaria sendiri masih sangat bergantung pada minyak dan gas Rusia. Dengan alasan perselisihan dengan Kyiv terkait pipa minyak yang rusak akibat perang, Orban bahkan memblokir implementasi pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina yang telah disepakati pada Desember.
Dalam transkrip yang dipublikasikan Bloomberg, Orban disebut mengatakan bahwa ia “siap melayani” Putin dan mengutip kisah Hungaria tentang seekor tikus yang membantu singa.
Peskov tidak membantah keaslian pernyataan tersebut dan justru menyebutnya sebagai bukti bahwa Orban adalah politisi yang pragmatis.
“Ia memang seorang politisi yang sangat efektif… yang secara khusus membela kepentingan negaranya sendiri,” ujar Peskov.