Jumat, 22 Mei 2026

Obama minta waktu, Romney menjual harapan

Persoalan ekonomi diyakini menjadi alasan terbesar mengapa calon presiden kubu Republik Mitt Romney mendapat dukungan besar dan bersaing ketat dengan Presiden Obama.

Tayang:

Namun sejarah juga mencatat bahwa beban pajak yang besar untuk orang-orang kaya bisa menambah lapangan kerja, seperti yang terjadi di era Presiden Bill Clinton.

Kecewa dengan Obama

Berbagai argumentasi ini diuji pada 6 November ketika tak kurang dari 135 juta orang di seluruh Amerika mencoblos kandidat di pilpres kali ini.

Sejauh ini jajak pendapat secara nasional menunjukkan Obama dan Romney bersaing ketat.

''Terus terang saya memilih Romney karena saya kecewa dengan keadaan ekonomi dalam empat tahun terakhir,'' kata John Emmanuel, saat ditemui di Detroit, Michigan.

Emmanuel sehari-hari bekerja sebagai staf pemasaran kartu kredit.

Mitt Romney

Romney juga menyempatkan diri berinteraksi dengan pekerja kasar dan kelas menengah.

''Saya harus menghidupi keluarga dan setiap bulan harus mengeluarkan dana besar untuk mencicil rumah. Saya tidak ingin kehilangan lapangan kerja. Saya percaya Romney bisa menjamin masa depan saya,'' kata Emmanuel.

Banyak orang di AS yang mengkhawatirkan masa depan, seperti Emmanuel ini.

Data resmi menunjukkan jumlah orang yang tidak memiliki pekerjaan mencapai sekitar 22 juta orang, dengan tingkat pengangguran mencapai 7,9%.

Di mata Romney data ini menjadi bukti kegagalan pemerintah Obama.

Sebaliknya bagi Obama, turunnya tingkat pengangguran di bawah 8%, ditambah dengan data-data lain seperti belanja kosumen yang naik, menunjukkan bahwa ekonomi pelan-pelan bergerak.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved